Selasa, 08 September 2026

Gunung Api Lewotolok NTT Kembali Erupsi, Abu Letusan Setinggi 7.000 KDPL

M Iqbal - Senin, 07 September 2026 23:21 WIB
Gunung Api Lewotolok NTT Kembali Erupsi, Abu Letusan Setinggi 7.000 KDPL
Teks foto : Kondisi Gunung Api Lewutolok yang mengalami erupsi beberapa kali sejak Senin (7/9/2026) pagi. (Tangkapan layar video)

Kitakininews.co.id -Gunung Api Lewotolok di Kabupaten Lembata, Provinis Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali mengalami erupsi hebat pada Senin (7/9/2026) pagi. Abu vulkanis letusannya mencapai 700 Meter dari puncak gunung.

Baca Juga:

Pengamat Gunung Api Lewotolok, Stanislaus Ara Kian berdasarkan laporan, erupsi terjadi mulai Pukul 05.41 Wita. Setidaknya beberapa kali letusan, gunung mengeluarkan abu dengan intensitas tebal dengan tinggi mencapai 7.000 Kaki di atas permukaan laut (KDPL).

Berdasarkan data seismogram yang merekam aktivitas gunung api amplitudo maksimum 40 Milimeter, sekitar 42 detik, dimana letusan disertai suara mendentum. Arah abu bergerak ke barat daya dengan kecepatan 5 Knot.

Saat ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Ile Lewotolok berstatus waspada atau level II.

Karena itu Stanislaus mengatakan bahwa siapapun, baik masyarakat sekitar, pengunjung, pendaki atau wisatawan agar menjauh dari lokasi, atau tidak melakukan aktivitas apapun dalam radius dua kilometer.

Begitu juga kepada masyarakat yang berada di sebelah selatan dan tenggara, dengan radius tiga klometer dari pusat aktivias gunung Lewotolok. Sebab bahaya guguran lava dan awan panas dapat menimpa siappun.

Begitu juga dengan warga yang lain, untuk mengantisipasi dampak debu vulkanik yang bisa merambat karena terbawa angin. Sehingga masyarakat diminta menggunakan masker pelindung pernapasan., termasuk pelindung mata dan kulit.

"Juga menutup tempat penampungan air bersih agar tidak terpapar abu vulkanis," sebut Stanislaus.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru