Harga Cabai Melonjak, Rudi Alfahri Minta Pemerintah Segera Intervensi Pasar
Kitakininews.co.id - Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Rudi Alfahri Rangkuti SH MH meminta Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) segera melakukan intervensi pasar menyusul melonjaknya harga berbagai jenis Cabai di sejumlah daerah.
Baca Juga:
Kenaikan harga tersebut terjadi sejak beberapa waktu terakhir dan semakin terasa pada awal Oktober 2026. Di Kabupaten Langkat, misalnya, harga Cabai Rawit telah menembus Rp100.000 per Kilogram.
Sementara di Deli Serdang, harga Cabai Merah di Pasar Tradisional Tanjung Morawa, Delimas dan Bakaran Batu berada pada kisaran Rp80.000-Rp85.000 per Kilogram. Cabai Rawit mencapai Rp90.000-Rp95.000 per Kilogram, Cabai Hijau sekitar Rp60.000 per Kilogram, sedangkan Cabai Caplak mencapai Rp96.000 per Kilogram.
Di Kota Medan, berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), harga Cabai Merah tercatat sekitar Rp84.000 per Kilogram di Pasar Brayan. Sedangkan Cabai Rawit di Pasar Petisah mencapai sekitar Rp82.000 per Kilogram.
Rudi mengatakan, kenaikan harga yang terjadi sejak September dan semakin tinggi memasuki awal Oktober perlu segera diantisipasi karena dapat menekan daya beli masyarakat dan berpengaruh terhadap inflasi.
"Pemerintah harus segera mengambil langkah konkret. Jangan sampai harga Cabai terus melonjak dan semakin membebani masyarakat," cetus Rudi kepada wartawan melalui sambungan telepon dari Kota Binjai, Jumat (2/10/2026).
Menurutnya, salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah memperkuat kerjasama perdagangan antar wilayah dengan mendatangkan pasokan Cabai dari daerah yang produksinya masih surplus.
"Kalau pasokan dari petani lokal berkurang akibat cuaca, pemerintah harus cepat mendatangkan clCabai dari daerah lain yang pasokannya mencukupi," ujarnya.
Selain itu, Rudi juga mendorong pelaksanaan operasi pasar dengan menyalurkan Cabai langsung ke pasar-pasar tradisional, khususnya di Medan dan Deli Serdang, dengan harga yang terjangkau masyarakat.
Ia juga meminta pemerintah memperkuat pengawasan terhadap rantai distribusi untuk mencegah penahanan pasokan oleh distributor maupun pedagang besar yang dapat memperparah kenaikan harga.
"Distribusi harus diawasi. Jangan sampai ada pihak yang menahan pasokan ketika masyarakat sedang membutuhkan," tegasnya.
Rudi juga menyarankan pemerintah menyiapkan stok penyangga (Buffer Stock) Cabai yang dapat digunakan ketika terjadi gangguan produksi dan distribusi akibat cuaca ekstrem.
Menurutnya, penyimpanan dengan fasilitas Cold Storage dapat menjadi salah satu solusi agar pasokan dari masa panen raya tetap dapat dimanfaatkan ketika harga mulai melonjak.
"Pemerintah juga bisa mempertimbangkan subsidi ongkos angkut untuk mendatangkan Cabai dari luar daerah. Dengan begitu, biaya logistik tidak seluruhnya dibebankan kepada konsumen," pungkasnya. (**)
Rico Waas Suntik Semangat Atlet Medan, KONI Bidik 148 Emas di Porprovsu 2026
Bangkit dari Jerat Banjir, Petani Aceh Tamiang Buktikan Ketahanan Pangan Lewat Panen Raya Cabai
Eko Purdjianto Bidik Puncak Klasemen, PSMS Medan Siap Hentikan Rekor Sempurna Persikad Depok
Pembangunan Jalan Toba-Labura Bantu Warga Hemat Biaya Pengangkutan Hasil Pertanian
Yayasan Ononiha Hasambua Peduli Gelar Diskusi Publik, Dukung Penuh Kepulauan Nias Jadi Provinsi