Rabu, 02 September 2026

Keji! Polisi Israel Serang dan Lukai Jamaah Palestina di Masjid Al Aqsa

- Rabu, 05 April 2023 20:53 WIB
Keji! Polisi Israel Serang dan Lukai Jamaah Palestina di Masjid Al Aqsa

Kitakini.news - Sejumlah jamaah Palestina terluka setelah pasukan pendudukan Israel menyerbu aula salat Al-Qibili di masjid Al-Aqsa di Kota Tua Yerusalem, Rabu (05/04/2023) pagi.

Baca Juga:

Polisi Israel mengklaim, tindakan tersebut dilakukan sebagai respons mereka menanggapi 'kerusuhan', seperti dilaporkan Aljazeera.

Segera setelah insiden itu terjadi, video di media sosial ramai menunjukkan petugas polisi Israel memukuli warga Palestina. Sadisnya, pemukulan tidak hanya dilakukan dengan pentungan namun popor senapan di dalam masjid di situs yang diperebutkan dan dihormati oleh Muslim dan Yahudi.

Pasukan Israel menyerbu masjid dengan bom gas bersama dengan granat suara menciptakan teror setelah jamaah Palestina meronta-ronta jamaah Palestina yang hadir di masjid.

Meskipun orang yang terluka diketahui, jumlah jemaah yang terluka parah dalam serangan itu masih belum pasti.

Bulan Sabit Merah Palestina, dalam sebuah pernyataan, mengatakan bahwa pasukan Israel mencegah petugas medis mencapai Al-Aqsa.

Ketegangan telah berlangsung di Yerusalem timur dan Tepi Barat selama berbulan-bulan, dan ketakutan akan kekerasan lebih lanjut dipicu oleh konvergensi bulan suci Ramadhan dan Paskah.

Konfrontasi semacam itu di kompleks suci yang diperebutkan, tempat suci ketiga tersuci dalam Islam dan juga situs paling suci dalam Yudaisme dan disebut sebagai Temple Mount, telah memicu perang lintas batas yang mematikan antara Israel dan penguasa Hamas di Gaza di masa lalu, yang terakhir adalah pada tahun 2021.

Alasan yang memicu kekerasan tidak jelas. Namun, polisi Israel beralasan bahwa mereka dipaksa masuk ke kompleks setelah 'agitator bertopeng' mengunci diri di dalam masjid dengan kembang api, tongkat dan batu.

Polisi lebih lanjut menambahkan bahwa salah satu petugas mereka terluka di kakinya oleh batu saat mereka berurusan dengan warga yang mereka sebut para perusuh.

Kekerasan di Yerusalem memicu protes dan kecaman dari kelompok-kelompok Palestina yang mengutuk serangan terbaru terhadap jamaah dengan menggambarkannya sebagai 'kejahatan'.

Hamas, di Gaza, menyerukan protes besar dan orang-orang mulai berkumpul di jalan-jalan, dengan seruan untuk menuju perbatasan Gaza-Israel yang dijaga ketat untuk demonstrasi yang lebih keras.

Juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Nabil Abu Rudeineh, memperingatkan Israel bahwa tindakan seperti itu melampaui semua garis merah dan akan menyebabkan ledakan besar.

Warga Palestina juga khawatir dengan gerakan sayap kanan Israel yang ingin menghancurkan struktur Islam di kompleks Masjid Al-Aqsa dan membangun kuil Yahudi di tempat mereka.

Di Gaza, kelompok militan Palestina Hamas dan Jihad Islam juga menyerukan warga Palestina di Yerusalem, Tepi Barat, dan Israel untuk pergi dan berkumpul di sekitar Masjid Al-Aqsa dan menghadapi pasukan Israel.

Redaksi

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Diding Boneng Tutup Usia, Dunia Perfilman Kehilangan Legenda

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumah Komplek Bumi Asri, Polisi Lakukan Penyelidikan

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

UFC Coret Empat Petarung dari Roster, Daniel Marcos yang Punya Rekor Mentereng Ikut Tergusur

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

OJK Rajut Kolaborasi Kuat GRC untuk Hadapi Risiko Siber, AI, dan Perubahan Iklim di Sektor Keuangan

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

Bayern Menggila di Bergamo, Atletico Madrid Pesta Gol

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara

Juara Duta Muda Sumatera Utara 2026 Terpilih, Pemuda Ini Bawa Asa Baru untuk Sumatera Utara

Komentar
Berita Terbaru