Jumat, 17 Juli 2026

DPR: Marketplace Guru Tak Selesaikan Akar Permasalahan Pendidikan

- Sabtu, 03 Juni 2023 19:08 WIB
DPR: Marketplace Guru Tak Selesaikan Akar Permasalahan Pendidikan

Kitakini.news – Gagasan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia Nadiem Makarim tentang Marketplace Guru tidak menyelesaikan akar permasalahan pendidikan di Indonesia.

Baca Juga:

“Marketplace Guru dinilai hanya menjawab isu distribusi guru saja dan memudahkan sekolah yang membutuhkan tenaga pendidik sesuai formasi yang dibutuhkan. Gagasan ini juga tidak menjawab bagaimana tenaga guru honorer bisa secepatnya diangkat menjadi aparatur sipil Negara (ASN) sehingga mereka mendapatkan kelayakan penghidupan,” jelas Ketua Komisi X DPR-RI, Syaiful Huda di Jakarta seperti dilansir dari laman resmi dpr.go.id, Sabtu (3/6/2023).

Syaiful Huda juga menilai agar Kemendikbudristek mewakili pemerintah untuk berkomitmen menuntaskan rekruitmen 1 juta honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Mulai dari paparnya, proses rekruitmen, penerbitan surat pengangkatan hingga penempatan guru yang lolos seleksi.  

“Saat ini proses rekruitmen satu juta guru honorer menjadi ASN belum juga tuntas meskipun sudah dua tahun program tersebut diluncurkan,” tuturnya.

 

Tidak hanya itu, lanjut Huda, juga sejumlah kendala lainnya dalam proses rekruitmen 1 juta guru honorer menjadi PPPK. Seperti, keenganan pemerintah daerah dalam mengajukan formasi, banyaknya kendala administrasi sehingga guru yang lolos seleksi tidak segera mendapatkan SK pengangkatan sebagai ASN, hingga proses penempatan yang memicu konflik di lapangan.

 

“Banyaknya kendala dalam rekruitmen satu juta guru honorer menjadi PPPK tersebut membutuhkan terobosan bersifat politis, di mana Mendikbud bisa meminta kepada Presiden untuk membuka ruang bagi hambatan yang bersifat regulatif maupun personal di lintas kementerian dan lembaga. Bukan malah menciptakan aplikasi baru,” paparnya.

 

Walaupun begitu, dirinya mengakui bahwa aplikasi marketplace guru ini punya manfaat seperti layaknya aplikasi Gojek atau Grab yang memudahkan pertemuan driver ojek online dengan penggunanya.

 

Kendati demikian, Huda mengingatkan Marketplace Guru ini hanya akan berfungsi maksimal jika persoalan mendasar yakni pengangkatan guru honorer menjadi PPPK telah selesai dituntaskan.


“Dengan demikian distribusi guru bisa lebih efektif dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kompetensi yang dibutuhkan oleh masing-masing sekolah,” tandasnya.

 

Seperti diketahui, Mendikburistek Nadiem Makarim mengklaim bahwa Marketplace dapat menyelesaikan masalah tenaga guru honorer yang telah terjadi menahun.

 

Kemudian, Marketplace Guru ini juga merupakan database yang dapat membantu pihak sekolah untuk menemukan calon tenaga pendidik yang dibutuhkan untuk mengisi kekurangan pengajar di sekolah.








Redaksi  

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Surga Kopi Sumatra Hadir di Medan, Cicipi 45 Kopi Terbaik Tanpa Harus Keliling Pulau

Surga Kopi Sumatra Hadir di Medan, Cicipi 45 Kopi Terbaik Tanpa Harus Keliling Pulau

Ini Enam Danau Memukau di Indonesia, Danau Toba Juaranya

Ini Enam Danau Memukau di Indonesia, Danau Toba Juaranya

Uang Korban Scam Rp200 Miliar Selamat, OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Bank

Uang Korban Scam Rp200 Miliar Selamat, OJK Blokir Ratusan Ribu Rekening Bank

Persaingan Ketat, John Herdman Pilih Pemain yang Paling Siap Bela Indonesia di ASEAN Championship 2026

Persaingan Ketat, John Herdman Pilih Pemain yang Paling Siap Bela Indonesia di ASEAN Championship 2026

Bahas RUU HPI di DPR, PERADI Profesional Usulkan Penguatan Kepastian Hukum Internasional

Bahas RUU HPI di DPR, PERADI Profesional Usulkan Penguatan Kepastian Hukum Internasional

Resmi! Gopprera Panggabean Jadi Ketua KPPU Baru, Siap Perketat Pengawasan Pasar

Resmi! Gopprera Panggabean Jadi Ketua KPPU Baru, Siap Perketat Pengawasan Pasar

Komentar
Berita Terbaru