Selasa, 03 November 2026

Belajar di Pesantren, Edy: Santri Harus Dapat Ilmu Agama, Karakter Mandiri dan Disiplin

- Rabu, 14 Juni 2023 08:41 WIB
Belajar di Pesantren, Edy: Santri Harus Dapat Ilmu Agama, Karakter Mandiri dan Disiplin

Kitakini.news – Para santri yang menimba ilmu di pondok pesantren diharapkan tidak hanya mendapatkan ilmu agama saja, tapi juga memperoleh karakter mandiri dan juga disiplin yang nantinya akan mendidik santri yang teliti, peduli terhadap lingkungan dan juga orang lain.

Baca Juga:

"Saya bersyukur terus bertumbuhnya pesantren diantaranya disini, dan diharapkan banyak orang tua yang memasukan anaknya sekolah ke jalan Allah SWT. Memang tak semudah seperti sekolah umum lainnya. Sekolah di pesantren memang memiliki kesulitan yang harus dilalui santri, baik dari kemandirian dan disiplin," terang Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Edy Rahmayadi saat meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfiz Alquran Abdullah Albusyroni di Jalan Bedagai, Desa Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Selasa (13/6/2023).

Hadir pada kesempatan itu, Anggota DPRD Sumut dari Fraksi Partai Gerindra Azmi Yuli Sitorus, Wakil Bupati Sergai Adlin Tambunan, Ketua DPRD Sergai Ilham Ritonga, Ustaz Abdul Latief Khan, Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren Tahfiz Al Quran Abdullah Albusyroni Iskandar Batubara, Forkopimda,  serta lainnya.

Edy juga menjelaskan, bahwa karakter mandiri dan disiplin yang didapat di pesantren akan melahirkan anak yang teliti dan juga peduli dengan orang lain. Mandiri dan disiplin ini juga diajarkan dan diterapkan pada para prajurit di militer.

"Selamat atas berdirinya pesantren ini. Semoga melahirkan santri-santri yang hafal Al Quran, serta dapat bermanfaat bagi agama dan bangsa," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Pondok Pesantren Tahfiz Alquran Abdullah Albusyroni Iskandar Batubara mengucapkan terima kasih pada Gubernur Edy Rahmayadi yang telah bersedia meresmikan pesantren tersebut.

Iskandar mengatakan, Pesantren Tahfiz Alquran dengan luas 1 hektare ini untuk perdana akan menerima santri sebanyak 60 orang.

"Maksimal hanya 60 orang, dengan tiga tahun hafal Qur'an bisa baca kitab dan Bahasa Arab. Secara kualitas bila tidak hafal, maka kita dorong dengan pengetahuan lainnya, dan kita targetkan MTQ harus dari pesantren ini," ucap Iskandar.

Iskandar juga menyampaikan, untuk kelengkapan pesantren telah disiapkan semua, baik sarana tempat tinggal santri, ruang belajar dan juga sarana olahraga. Namun hanya lapangan sepak bola yang belum tersedia karena terkendala luas lahan yang belum mencukupi.

Kesempatan itu, Edy Rahmayadi juga menyempatkan meninjau beberapa ruang belajar santri dan juga meresmikan Masjid Asiah Abdul Karim, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti untuk masjid tersebut.







Redaksi



 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Waduh, Shin Tae-yong Absen Dampingi Persija Jakarta Hadapi PSMS Medan di League Cup, Kenapa?

Waduh, Shin Tae-yong Absen Dampingi Persija Jakarta Hadapi PSMS Medan di League Cup, Kenapa?

Konfercab PA GMNI Toba 2026, Hengky Manalu Terpilih sebagai Ketua DPC

Konfercab PA GMNI Toba 2026, Hengky Manalu Terpilih sebagai Ketua DPC

Pengemudi Ojol, Jhonson: Anak Saya Dibantu Sofyan Tan dari SMA hingga Kuliah

Pengemudi Ojol, Jhonson: Anak Saya Dibantu Sofyan Tan dari SMA hingga Kuliah

Tergiur Upah Rp20 Juta, Oknum Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

Tergiur Upah Rp20 Juta, Oknum Pegawai Lapas Medan Jadi Kurir 599 Vape Narkoba

Sofyan Tan Dorong FOBI Sumut Perkuat Kolaborasi dengan TNI, Target Pertahankan Empat Emas PON 2028

Sofyan Tan Dorong FOBI Sumut Perkuat Kolaborasi dengan TNI, Target Pertahankan Empat Emas PON 2028

Saya Cuma Jual Kerupuk dan Cuci Piring, Pak!”

Saya Cuma Jual Kerupuk dan Cuci Piring, Pak!”

Komentar
Berita Terbaru