Minggu, 05 Juli 2026

Selamat Jalan Sang Tembok Tangguh: Sutan Harhara Tutup Usia

Legenda Persija Sutan Harhara Wafat, Sepak Bola Berduka
Sukri - Sabtu, 11 April 2026 13:00 WIB
Selamat Jalan Sang Tembok Tangguh: Sutan Harhara Tutup Usia
istimewa
Sutan Harhara semasa hidup. (Foto kolase: persija/Instagram)
Kitakini.news - Duka menyelimuti sepak bola Indonesia. Legenda nasional, Sutan Harhara, meninggal dunia pada Sabtu dini hari, 11 April 2026 WIB, dalam usia 73 tahun. Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi generasi yang pernah menyaksikan kejayaan sepak bola Tanah Air di era 1970-an.

Kabar duka ini pertama kali diumumkan oleh Persija Jakarta melalui pernyataan resmi di media sosial klub.

Baca Juga:

"Keluarga Persija mengucapkan bela sungkawa terdalam atas berpulangnya legenda sepak bola Indonesia, Sutan Harhara," tulis pernyataan tersebut.


Bek Sayap Tangguh yang Ditakuti Lawan

Lahir di Jakarta pada 9 Agustus 1952, Sutan Harhara dikenal sebagai bek sayap yang memiliki determinasi tinggi, disiplin, dan tak kenal kompromi dalam menjaga lini pertahanan. Namanya melejit bersama Persija, klub yang ia bela pada masa keemasan.


Bersama Macan Kemayoran, ia menjadi bagian penting dalam keberhasilan meraih gelar liga pada 1973 dan 1975—sebuah pencapaian yang mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain bertahan terbaik di masanya.


Di level internasional, Sutan juga merupakan pilar penting Timnas Indonesia. Ia tampil dalam Kualifikasi Piala Dunia 1974 dan menghadapi tim-tim kuat dunia seperti Uruguay, Denmark, hingga klub raksasa Inggris, Manchester United. Pengalamannya itu menjadi bukti kualitasnya sebagai pemain kelas internasional.


Tak berhenti di situ, ia juga membela Merah Putih di ajang SEA Games 1977 dan 1979, menunjukkan dedikasi panjangnya untuk negara.


Dari Lapangan ke Pinggir Lapangan

Setelah pensiun sebagai pemain, Sutan Harhara tetap mengabdikan diri untuk sepak bola. Ia meniti karier sebagai pelatih sejak 1990-an, menangani sejumlah klub seperti PSMS Medan, Semen Padang FC, PSIS Semarang, hingga Persela Lamongan.

Kontribusinya semakin lengkap ketika ia dipercaya menjabat sebagai Direktur Teknik PSSI pada 2010, berperan dalam pengembangan sepak bola nasional di level struktural.


Warisan yang Tak Akan Hilang

Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai penyebab wafatnya. Namun satu hal yang pasti, Sutan Harhara meninggalkan warisan besar: semangat juang, loyalitas, dan dedikasi tanpa batas untuk sepak bola Indonesia.


Namanya akan selalu hidup dalam ingatan—bukan hanya sebagai pemain hebat, tetapi juga sebagai sosok yang membangun fondasi bagi generasi berikutnya.

Sumber: Bola.com, SinPo.id, AktualTangerang.com

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Duet Eko-Ramon Tribulietx Segera Mulai Persiapan PSMS

Duet Eko-Ramon Tribulietx Segera Mulai Persiapan PSMS

Duel Panas Semifinal, Garuda Muda Belum Pecahkan Kebuntuan di Babak Pertama

Duel Panas Semifinal, Garuda Muda Belum Pecahkan Kebuntuan di Babak Pertama

Fendi Bocorkan Progres PSMS Saat Ini, Skuad Nyaris Lengkap

Fendi Bocorkan Progres PSMS Saat Ini, Skuad Nyaris Lengkap

Ole Romeny Soal Cetak Gol di Dua Laga FIFA Matchday: Bersama Garuda, Saya Tak Merasakan Tekanan

Ole Romeny Soal Cetak Gol di Dua Laga FIFA Matchday: Bersama Garuda, Saya Tak Merasakan Tekanan

Herdman Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Garuda Usai Bungkam Mozambik

Herdman Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Garuda Usai Bungkam Mozambik

PSMS Rekrut Ramon Tribulietx, Arsitek Auckland City Juara Tujuh Kali Berturut-Turut

PSMS Rekrut Ramon Tribulietx, Arsitek Auckland City Juara Tujuh Kali Berturut-Turut

Komentar
Berita Terbaru