Ciryl Gane Hancurkan Mimpi Alex Pereira, Rebut Gelar Interim Kelas Berat di UFC Freedom 250
Kitakini.news - Malam bersejarah di halaman selatan Gedung Putih berubah menjadi panggung kebangkitan Ciryl Gane. Petarung asal Prancis itu tampil nyaris sempurna saat menghentikan langkah Alex Pereira melalui kemenangan TKO ronde kedua untuk merebut sabuk interim kelas berat UFC pada ajang UFC Freedom 250, Minggu (14/6/2026) malam waktu setempat atau Senin (15/6/2026).
Baca Juga:
Pertarungan ini sejak awal menjadi salah satu duel paling dinanti tahun 2026. Di satu sudut berdiri Pereira, mantan juara kelas menengah dan kelas berat ringan yang berambisi mencatat sejarah sebagai petarung pertama UFC yang mampu merebut gelar di tiga divisi berbeda. Di sudut lain, Gane datang dengan misi mengembalikan namanya ke puncak kelas berat setelah beberapa kali gagal meraih sabuk utama.
Atmosfer pertandingan terasa berbeda dibandingkan ajang UFC pada umumnya. Ribuan penonton memadati arena yang dibangun khusus di kawasan Gedung Putih, menjadikan UFCFreedom 250 sebagai salah satu acara olahraga paling unik dalam sejarah Amerika Serikat.
Sejak ronde pertama dimulai, kedua petarung langsung menunjukkan kualitas elite mereka. Pereira mencoba memanfaatkan senjata andalannya berupa tendangan rendah dan pukulan keras dari jarak menengah. Namun Gane tampil disiplin. Ia terus bergerak, menjaga jarak, dan memanfaatkan keunggulan footwork yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Alih-alih terjebak dalam adu pukul terbuka, Gane memilih membangun serangan secara sistematis. Jab-jab cepatnya berkali-kali mengenai wajah Pereira. Sesekali ia mengancam dengan gerakan takedown yang membuat petarung Brasil itu ragu untuk terlalu agresif. Strategi tersebut perlahan mengubah arah pertarungan.
Memasuki ronde kedua, momentum sepenuhnya berpindah ke tangan Gane. Sebuah pukulan kanan keras mendarat telak dan mengguncang keseimbangan Pereira. Mantan juara dua divisi itu sempat berusaha bertahan, tetapi sorot matanya menunjukkan bahwa ia sedang berada dalam masalah besar. Gane tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.
Petarung berjuluk Bon Gamin atau Anak Baik itu langsung memburu lawannya dengan kombinasi pukulan bertubi-tubi. Jab, hook, dan siku pendek terus menghantam pertahanan Pereira yang mulai rapuh. Dalam hitungan detik, tekanan yang diberikan Gane semakin sulit dibendung.
Wasit Herb Dean akhirnya turun tangan ketika Pereira tidak lagi mampu memberikan perlawanan efektif. Pertarungan dihentikan pada menit 1:27 ronde kedua, dan Gane resmi dinyatakan menang melalui TKO.
Kemenangan itu bukan sekadar membawa pulang sabuk interim kelas berat. Lebih dari itu, Gane berhasil mematahkan ambisi besar Pereira yang ingin mengukir sejarah sebagai juara UFC di tiga kelas berbeda. Mimpi yang telah dibangun selama berbulan-bulan runtuh hanya dalam waktu kurang dari tujuh menit pertarungan.
Bagi Gane, hasil ini menjadi bukti bahwa dirinya masih termasuk petarung paling berbahaya di divisi kelas berat. Setelah sempat mengalami pasang surut karier dan gagal dalam beberapa perebutan gelar sebelumnya, petarung Prancis tersebut kembali berdiri di puncak persaingan.
Penampilan Gane juga memperlihatkan evolusi gaya bertarungnya. Ia tidak hanya mengandalkan kecepatan dan teknik kickboxing, tetapi juga menunjukkan kecerdasan taktis dalam membaca pola serangan lawan. Pereira yang dikenal memiliki daya ledak luar biasa dibuat frustrasi karena kesulitan menemukan jarak ideal untuk melancarkan pukulan terbaiknya.
Usai laga ini, kemungkinan duel penyatuan gelar melawan juara kelas berat UFC saat ini, yakni Tom Aspinall terbuka lebar. Banyak pengamat menilai kemenangan impresif atas Pereira membuat Gane layak mendapatkan kesempatan tersebut dalam waktu dekat.
Sumber: Reuters, MMA Mania, MMA Fighting, UFC Official, DraftKings Network.
Umar Nurmagomedov Sebut Pertarungan Lawan Song Yadong Bakal Mudah: Dia Cuma Samsak
Umar Hadapi Song Yadong di Shanghai Setelah Batal Lawan 'Doctor' Martinez di Abu Dhabi
Chanco Resmi Debut di UFC Abu Dhabi, Lawan Petarung Tangguh tak Terkalahkan Polandia
Rafael Fiziev Hancurkan Manuel Torres, Tendangan Memutar Jadi Kunci KO UFC Baku
Shara Bullet Bangkit Setelah Sempat Dipukul Jatuh, Bajak Laut Dagestan Bungkam Pereira