Real Madrid Susah Payah Tundukkan Inter 2-1
Skor akhir memang berpihak kepada Los Blancos, tetapi jalannya pertandingan jauh dari kata mudah. Inter justru tampil agresif dan mampu menguasai permainan dalam beberapa fase penting. Real Madrid harus berterima kasih kepada ketangguhan Thibaut Courtois yang berkali-kali menggagalkan peluang berbahaya tim tamu.
Baca Juga:
Inter langsung memberikan ancaman sejak menit awal. Marcus Thuram sempat memaksa Courtois melakukan penyelamatan penting. Namun, ketika Real Madrid mendapatkan kesempatan, mereka mampu menghukum kesalahan lawan.
Menit ke-14, Kylian Mbappé membuka keunggulan. Brahim Diaz berhasil merebut bola di area berbahaya sebelum mengirim umpan kepada Mbappé. Penyerang Prancis itu kemudian menyelesaikannya dengan tenang untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Sembilan menit kemudian, Madrid menggandakan keunggulan. Tekanan tinggi yang diterapkan Federico Valverde membuat kiper Inter Josep Martinez kehilangan bola. Valverde langsung memanfaatkannya untuk mencetak gol kedua Madrid.
Tertinggal dua gol tidak membuat Inter menyerah. Cristian Chivu meminta anak asuhnya tetap bermain terbuka. Inter terus menekan dan menciptakan sejumlah peluang, sementara Madrid beberapa kali mengandalkan serangan balik.
Memasuki babak kedua, dominasi Inter semakin terasa. Courtois menjadi pemain paling sibuk di lini Madrid. Kiper asal Belgia itu melakukan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk ketika Inter berusaha mengejar ketertinggalan pada fase akhir pertandingan.
Usaha Inter akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-77. Carlos Augusto menyelesaikan peluang setelah kerja sama serangan yang melibatkan Lautaro Martinez. Skor berubah menjadi 2-1 dan membuat 15 menit terakhir berlangsung menegangkan.
Inter terus mengejar gol penyama kedudukan, tetapi Courtois tampil luar biasa. Madrid akhirnya mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang.
José Mourinho mengakui pertandingan berjalan sangat terbuka. "Itu pertandingan gila, dan saya tidak suka kegilaan seperti itu," kata Mourinho setelah laga.
Ia bahkan menilai pertandingan bisa menghasilkan skor jauh lebih besar. Sang pelatih juga secara khusus memuji Courtois yang tampil menentukan.
Sementara itu, Chivu tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap hasil pertandingan, tetapi tetap bangga dengan permainan Inter.
"Saya tidak marah. Saya justru senang dengan keberanian dan kepribadian tim," ujar Chivu. Ia menilai Inter tidak bermain bertahan dan berani menghadapi Madrid secara terbuka.
Kemenangan ini memberikan tiga poin penting bagi Madrid. Namun, performa mereka juga meninggalkan pekerjaan rumah, terutama dalam mengontrol permainan ketika lawan meningkatkan tekanan. Bagi Inter, kekalahan ini menjadi pelajaran mahal bahwa kesalahan kecil di level Liga Champions bisa langsung dihukum.
Sumber: Real Madrid, Inter, Reuters, The Guardian
Real Madrid vs Inter Milan: Duel 'Reuni' Mourinho dan Chivu Buka Liga Champions
Real Madrid Tumbang 0-1 dari Real Betis, Mourinho: Kami Sangat Dominan
Gila! Drawing Liga Champions 2026/2027 Bikin Para Raksasa Langsung Bertemu
Mbappe Menggila, Real Madrid Hancurkan Real Sociedad
Mourinho Bawa Real Madrid Menang Dramatis di Kandang Espanyol