Kamis, 01 Oktober 2026

Indonesia Wajib Pesta Gol! Herdman Siapkan Skenario Lolos Final FIFA ASEAN Cup

Hadapi Bangladesh di GBK, Garuda membutuhkan kemenangan besar sembari berharap Malaysia terpeleset saat menghadapi Singapura.
Sukri - Kamis, 01 Oktober 2026 13:10 WIB
Indonesia Wajib Pesta Gol! Herdman Siapkan Skenario Lolos Final FIFA ASEAN Cup
istimewa
John Herdman dan Thomas Dolley bakal beradu strategi saat Indonesia hadapi Bangladesh di pertandingan penentuan FIFA ASEAN Cup.

Kitakininews.co.id - Timnas Indonesia menghadapi pertandingan hidup mati saat menjamu Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFAASEAN Cup 2026. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam pukul 19.30 WIB, skuad Garuda tidak hanya memburu kemenangan, tetapi juga harus mengejar keunggulan selisih gol Malaysia demi mengamankan tiket ke partai final.

Baca Juga:

Pertandingan yang dijadwalkan mulai pukul 19.30 WIB tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri. Setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia, anak asuh John Herdman kini mengoleksi empat poin, sama dengan Malaysia yang berada di puncak klasemen.

Namun, Malaysia unggul satu gol dalam selisih gol sehingga Indonesia membutuhkan kemenangan dengan margin yang cukup besar. Pada waktu bersamaan, Malaysia akan menghadapi Singapura di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.

FIFA mencatat ketiga negara tersebut masih memiliki peluang mencapai final sebelum pertandingan terakhir Grup A berlangsung.

Herdman tidak menyembunyikan ambisinya. Pelatih asal Inggris tersebut justru melihat situasi ini sebagai tantangan yang harus dijawab melalui keberanian menyerang.

"Menurut saya (selisih satu gol dengan Malaysia) itu bagian yang menarik. Maksud saya, Anda lebih pilih mana: memasuki pertandingan dengan pola pikir mencetak gol atau tidak kebobolan?" kata Herdman, dikutip dari ANTARA, Rabu (30/9/2026).

Ia bahkan menginginkan para pemainnya menikmati tuntutan untuk mencetak gol sebanyak mungkin.

"Saya ingin berada di ruang ganti tim yang dituntut mencetak gol paling banyak. Itulah inti dari permainan ini dan itu hal yang paling dinikmati para pemain," ujarnya.

Optimisme tersebut didukung kondisi skuad yang relatif baik. Herdman memastikan tidak ada pemain yang mengeluhkan cedera ataupun meminta diistirahatkan menjelang pertandingan penentuan.

"Mereka sangat fokus untuk datang ke sini (untuk berlatih) dan melakukan apa yang sudah mereka katakan sebelumnya yaitu mengangkat trofi untuk negara ini," ungkapnya.

Di kubu lawan, Thomas Dooley tetap memiliki alasan untuk mempersiapkan Bangladesh secara serius. Meski timnya sudah tersingkir setelah menelan kekalahan dari Malaysia dan Singapura, pelatih asal Amerika Serikat tersebut tidak ingin anak asuhnya sekadar menjadi pelengkap pertandingan.

Dooley sebelumnya mengakui kualitas Indonesia mengalami perubahan signifikan dibandingkan ketika dirinya masih menangani Filipina.

"Mereka (Timnas Indonesia) memiliki beberapa pemain dari Liga Jerman, dari Liga Belanda, dari Liga Italia. Jadi ini adalah tim yang sangat berbeda dibandingkan saat saya bertanding melawan mereka dulu," kata Dooley dalam konferensi pers di Jakarta.

Menjelang pertemuan terakhir, Dooley juga menyoroti perbedaan kedalaman skuad kedua negara.

"Kami harus mengakui bahwa kami adalah negara dengan basis penggemar yang sangat besar, tetapi kami hanya memiliki sedikit pemain," ujarnya, dikutip The Daily Star.

Pernyataan tersebut memperlihatkan tantangan Bangladesh menghadapi Indonesia yang memiliki sejumlah pemain berpengalaman di kompetisi Eropa. Namun, status sebagai tim yang sudah tersingkir justru bisa membuat Bangladesh bermain lebih lepas tanpa tekanan perebutan tiket final.

Thom Haye Absen, Herdman Andalkan Kreativitas Lini Depan

Indonesia menghadapi pertandingan ini dengan satu kehilangan penting. Thom Haye dipastikan absen akibat kartu merah yang diterimanya ketika menghadapi Malaysia.

Herdman menjelaskan bahwa kondisi mental gelandang tersebut cukup sulit setelah insiden itu. Meski demikian, ia menilai skuad Garuda memiliki kemampuan untuk mengatasi kehilangan tersebut.

Joey Pelupessy berpeluang memegang peran penting dalam mengatur keseimbangan permainan, sementara kreativitas serangan diharapkan datang dari Ole Romeny dan rekan-rekannya.

Herdman juga mengingatkan pemain agar membawa intensitas dan konsentrasi seperti ketika bertahan dengan sepuluh pemain melawan Malaysia, tetapi kali ini menerapkannya dalam membangun serangan.

"Saya pikir jika mereka membawa intensitas dan fokus itu ke lini penyerangan dan pencetakan gol, kita cukup bagus dan berbakat untuk menyelesaikan tugas ini," kata Herdman.

Faktor dukungan suporter juga menjadi perhatian. Herdman berharap atmosfer GBK kembali memberikan energi tambahan bagi para pemain.

Sumber: FIFA, The Daily Star

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Indonesia Terancam Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Bisa Jadi Penentu

Indonesia Terancam Gagal ke Final FIFA ASEAN Cup 2026, Malaysia Bisa Jadi Penentu

Dian Sastro Bintangi Film Malaysia yang Dikirim ke Oscars 2027

Dian Sastro Bintangi Film Malaysia yang Dikirim ke Oscars 2027

Brasil Bangkit, Australia Tumbang 2-4 dalam Duel Sengit

Brasil Bangkit, Australia Tumbang 2-4 dalam Duel Sengit

10 Pemain Timnas Indonesia Tahan Gempuran Malaysia Tanpa Gol

10 Pemain Timnas Indonesia Tahan Gempuran Malaysia Tanpa Gol

Indonesia vs Malaysia: Derby Panas Perebutan Puncak Grup FIFA ASEAN Cup

Indonesia vs Malaysia: Derby Panas Perebutan Puncak Grup FIFA ASEAN Cup

Polda Riau Sita 140 Ton Arang Bakau di Pulau Rupat

Polda Riau Sita 140 Ton Arang Bakau di Pulau Rupat

Komentar
Berita Terbaru