PSMS Medan Tantang Semen Padang, Misi Putus Rekor Kartu Merah
Kitakininews.co.id - PSMS Medan menghadapi ujian penting saat menantang Semen Padang pada pekan keenam Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (17/10/2026) pukul 15.30 WIB. Bukan sekadar mengejar tiga poin, tim berjuluk Ayam Kinantan itu juga membawa misi menghentikan catatan tiga kartu merah dalam tiga pertandingan tandang terakhir, hingga memperbaiki catatan pertemuan dengan Kabau Sirah, julukan Semen Padang.
Baca Juga:
PSMS datang dengan modal 10 poin dari lima pertandingan, hasil tiga kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan. Tim asuhan Eko Purdjianto menempati peringkat ketiga Grup A. Sementara itu, Semen Padang berada di posisi kelima dengan dua kemenangan, satu hasil imbang, dan dua kekalahan.
Kekalahan 1-2 dari PSPS Pekanbaru pada pertandingan sebelumnya menjadi peringatan bagi PSMS. Rizdjar Nurviat menerima kartu merah pada menit ke-31, membuat perjuangan tim semakin berat. Javier Siverio sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-59, tetapi PSMS akhirnya kebobolan lagi pada menit-menit akhir.
Eko meminta pemainnya belajar dari kesalahan tersebut dan tidak terpancing melakukan pelanggaran yang merugikan tim.
"Kami sudah mengingatkan kepada pemain untuk menghindari kartu merah. Kendati lawan bisa mencetak gol, namun ketika pemain masih lengkap dan tidak dapat kartu merah ada peluang lebih besar untuk memperkecil ketertinggalan tim. Pemain sepakat dengan hal itu," ujar Eko.
Kekhawatiran serupa disampaikan Siverio. Penyerang asal Spanyol yang telah mencetak sembilan gol dalam lima laga itu menilai kelengkapan pemain menjadi faktor penting untuk mendapatkan hasil positif.
"Kami tidak memainkan pertandingan yang buruk, tetapi memang sangat sulit ketika harus bermain dengan 10 pemain terlalu awal.
Kami bermain bagus di babak kedua, mencetak gol penyeimbang, lalu ketika berupaya mencetak gol kedua, kami mendapatkan serangan balik dan kecolongan," kata Siverio seusai menghadapi PSPS.
Menurutnya, kelengkapan pemain di pertandingan membuat tim memiliki peluang lebih besar untuk mengendalikan permainan bahkan memenangkan laga.
"Kami sudah memainkan tiga pertandingan tandang dan mendapatkan tiga kartu merah. Situasi ini sangat sulit untuk mencapai hasil yang kami harapkan. Kami harus memperbaiki kesalahan ini, dan saya rasa ke depannya akan menjadi lebih baik," tambahnya.
Tantangan PSMS semakin menarik jika melihat catatan pertemuan kedua tim. Dalam lima duel terakhir, Semen Padang menang dua kali, PSMS sekali, sedangkan dua pertandingan lainnya berakhir imbang.
Rinciannya, PSMS menang 1-0 pada 26 September 2022, kemudian bermain 2-2 pada 9 Oktober 2023. Semen Padang menang 2-1 pada 1 Desember 2023 dan 2-0 pada 17 Januari 2024, sebelum kedua tim bermain 1-1 pada 22 Januari 2024.
Catatan itu memperlihatkan Semen Padang lebih unggul, tetapi bukan tanpa celah. PSMS pernah menang dan mampu menahan Kabau Sirah, sehingga peluang membalikkan tren tetap terbuka.
Semen Padang sendiri memasuki laga dengan dinamika pergantian pelatih setelah berpisah dengan Nil Maizar. PSMS harus memanfaatkan situasi tersebut, menjaga disiplin, dan menghindari kartu merah jika ingin pulang membawa poin.
Sumber: iLeague
Eko Purdjianto Soroti Kartu Merah, PSMS Medan Benahi Mental Jelang Hadapi Semen Padang
Javier Siverio Soroti Tiga Kartu Merah Tandang PSMS, Ungkap Penyebab Kekalahan dari PSPS
PSMS Kalah dari PSPS, Eko Purdjianto Ungkap Kartu Merah jadi Biang Kerok
PSMS Medan Siap Tempur di League Cup, Eko Purdjianto: Kita Harus Cepat Adaptasi
PSMS Medan Bidik Tiga Poin di Pekanbaru, Eko: Setiap Laga Final!