Anies Tanggapi Civitas Akademika yang Ramai Protes Jokowi
Kitakini.news -Calon presiden nomor urut 1, Anies Baswedan menilai ada persoalan serius dari fenomena civitas akademika yang ramai-ramai mengkritik Presiden Joko Widodo.
Baca Juga:
- Warga Antusias Ikuti Reses Prananda Surya Paloh, Pendidikan dan Bantuan Sosial Jadi Sorotan
- Kasus Bansos Dipertanyakan, Penasehat Hukum Soroti Konstruksi Hukum Kejari Samosir
- ALMASAR-SUMUT Akan Laporkan Pejabat Kejari Labusel Terkait Tebang Pilih Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Rp1,9 Miliar di Labusel
Anies
mengatakan hal ini mesti jadi perhatian serius dari sikap para civitas
akademika yang seharusnya didengar dan dipandang secara objektif.
Mantan
Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan pentingnya menjaga demokrasi pada jalurnya
sehingga Anies bertekad memperjuangkan tata cara pemerintahan yang mendasar
pada meritokrasi serta mengayomi semua.
Hal
itu dikatakan Anies usai kampanye akbar di Lapangan Reformasi, Kamis (1/2/2024)
saat ditanya tanggapannya terkait sejumlah civitas akademika UGM yang terdiri
atas guru-guru besar, mahasiswa dan BEM UGM mengkritik pemerintahan Jokowi yang
dianggap telah melakukan tindakan-tindakan menyimpang di tengah proses
penyelenggaraan Negara.
Dalam
petisi yang dibacakan oleh guru besar Fakultas Psikologi UGM, Koentjoro, yang
mengungkapkan keprihatinan mereka yangmendalam atas tindakan menyimpang
dari prinsip moral demokrasi yang dilakukan oleh penyelenggara negara di
berbagai lini dan tingkatan.
Teranyar,
civitas akademika Universitas Islam Indonesia Yogyakarta juga menyampaikan
sikap senada. Mereka mendesak Jokowi untuk kembali jadi teladan dalam etika dan
praktik kenegarawanan.
Jokowi
diminta tidak memanfaatkan institusi kepresidenan, hususnya untuk memenuhi
kepentingan politik keluarga melalui keberpihakan pada salah satu pasangan
capres dan cawapres.
Kami
yang menjalani beberapa waktu ini sering merasakan dan kami yakin bahwa yang
kami perjuangkan Perubahan untuk mengembalikan demokrasi pada jalurnya, tata
cara pemerintahan yang mendasarkan pada meritokrasi, yg mengayomi semua. itu
yang kami perjuangkan.
"Jadi mendengar kampus-kampus, skrg mulai memberikan pandangannya kami melihat pandangan yang objektif yang perlu diperhitungkan dengan amat serius, perlu didengar, dan mari kita jaga sama-sama.
Kita hanya berharapnya sederhana kok, pemilu besok, dilaksanakan dengan jujur,
adil dan seluruh unsur yang terkait penyelenggara netral, itu saja,"
pungkasnya.
Warga Antusias Ikuti Reses Prananda Surya Paloh, Pendidikan dan Bantuan Sosial Jadi Sorotan
Kasus Bansos Dipertanyakan, Penasehat Hukum Soroti Konstruksi Hukum Kejari Samosir
ALMASAR-SUMUT Akan Laporkan Pejabat Kejari Labusel Terkait Tebang Pilih Penanganan Kasus Dugaan Korupsi Rp1,9 Miliar di Labusel
KPK Sita Uang, Mobil dan Ducati Bersama Emmanuel Ebenezer
Sambut HUT Bhayangkara, Polsek Siantar Marihat Tebar Bansos Ke Masyarakat