Tiger Kingdom Phuket Makan Korban, Harimau Serang Turis
Turis yang tidak disebutkan namanya itu selamat, namun mengalami luka. Sebelumnya, sang turis ingin berswafoto dengan harimau tersebut.
Baca Juga:
Melansir berbagai sumber, Selasa (3/6/2025), kejadian tersebut terekam dalam video berdurasi 25 detik dan diunggah oleh pengunjung lain, Sidharth Shukla, di platform X (dulu Twitter) pada 29 Mei lalu.
"Tampaknya seorang pria India diserang harimau di Thailand," tulisnya.
Sidharth merekam kejadian ini saat ia mengunjungi Tiger Kingdom Phuket, Thailand.
"Ini adalah salah satu lokasi tempat memelihara harimau seperti hewan peliharaan. Di sini pengunjung bisa berswafoto, memberi mereka makan, dll," tambah Sidharth dalam unggahannya.
Dalam video tersebut, terlihat turis berjalan bersama harimau yang dirantai. Seorang pawang mengikuti di belakangnya sambil memegang rantai di leher harimau.
Saat turis berhenti dan berlutut di samping harimau untuk berfoto, pawang terlihat menggunakan tongkat untuk menyuruh harimau itu duduk.
Namun, secara tiba-tiba, harimau itu menjadi agresif dan menyerang turis tersebut. Turis itu sempat berteriak selama sekitar 10 detik sebelum rekaman video berakhir.
Sidharth menjelaskan dalam keterangannya bahwa turis tersebut selamat meskipun mengalami cedera ringan.
Sebagai informasi, Tiger Kingdom, sebuah atraksi wisata populer di Phuket, memasarkan dirinya sebagai tempat di mana pengunjung bisa melihat harimau dari dekat.
Melalui situs webnya, Tiger Kingdom mengklaim menggunakan teknik penguatan positif untuk melatih hewan-hewan tersebut.
Mereka juga menyatakan bahwa harimau di Tiger Kingdom tidak dibius, dicabut cakarnya, atau dicabut taringnya.
Klaim ini telah menarik perhatian ketat dari berbagai kelompok hak asasi hewan.
Insiden penyerangan harimau terhadap turis bukan kali pertama terjadi di Tiger Kingdom.
Pada tahun 2014, seorang turis Australia juga terluka parah oleh seekor harimau di sana, yang menyebabkan salah satu kandang ditutup sementara.
Sejumlah netizen berspekulasi bahwa insiden ini mungkin terjadi karena turis itu menyentuh punggung harimau.
Harimau, seperti mamalia lainnya, memiliki area sensitif di tubuhnya, dan punggung adalah salah satunya.
Ada juga yang menduga hewan liar di tempat wisata semacam itu sering kali diberi obat bius agar tampak jinak, tapi hal itu tidak akan menghilangkan sifat alami mereka.
Pertahankan Disertasi tentang Citra Polri, Jurnalis Senior Eddy Iriawan Raih Gelar Doktor Cumlaude
Terlibat Penyelundupan Sisik Tringgiling, Polres Sidimpuan Amankan Dua Warga Madina
Geger, Harimau Sumatera Turun Gunung di Kawasan PLTA Simarboru Tapsel
Sebanyak 3 Ekor Anak Harimau Terpantau CCTV di Kabupaten Agam, BKSDA Lakukan Pengawasan
Keunikan Turis Indonesia saat ke Jepang, Lebih Suka Salju daripada Sakura