Bukan Tidak Boleh, Ini Lima Ikan yang Sebaiknya Hati-Hati Dikonsumsi
Memang, ikan jadi salah satu pilihan protein terbaik. Tapi, tak semua ikan menyehatkan dan aman dikonsumsi.
Baca Juga:
Artinya, ada beberapa jenis ikan yang sebaiknya dibatasi konsumsinya. Ini terkait dengan apa yang dikandungnya.
Melansir berbagai sumber, Selasa (30/6/2026), ikan umumnya kaya nutrisi penting seperti asam lemak omega-3, protein berkualitas tinggi, serta berbagai vitamin dan mineral.
Sayangnya, tak semua jenis ikan memiliki profil nutrisi yang baik. Jadi, memilih jenis ikan tertentu mungkin lebih bermanfaat untuk kesehatan.
Berikut beberapa jenis ikan tidak direkomendasikan dikonsumsi:
1. Ikan nila
Hindari konsumsi ikan nila, terutama yang merupakan hasil budidaya.
Pasalnya, ikan ini disebut mengandung kadar kontaminan, antibiotik, dan asam lemak omega-6 yang tinggi.
Kesemuanya bisa memicu peradangan dan berdampak negatif terhadap kesehatan.
2. Ikan Lele
Ikan lele tak sepenuhnya aman dikonsumsi karena sebagian besar budidaya lele dilakukan di perairan tercemar dan berisiko mengandung kontaminan.
Sebagai pilihan yang aman, pilih lele yang dibudidayakan sendiri.
3. Ikan sebelah (sole)
Ikan laut satu ini disebut memiliki risiko kontaminasi yang tinggi.
Ikan ini juga tak memiliki banyak nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh, seperti omega-3. kalium, dan magnesium.
Kandungan natrium pada ikan sebelah juga lebih tinggi dibandingkan kaliumnya. Hal ini berisiko meningkatkan tekanan darah.
4. Ikan hiu
Sup sirip hiu jadi salah satu hidangan yang menggoda. Tapi hati-hati, ikan satu ini berisiko memicu masalah kesehatan jika dikonsumsi dengan sembarangan.
Ikan hiu mengandung merkuri dalam jumlah tinggi. Merkuri dikenal bersifat neurotoksin yang bisa memicu keracunan.
5. Ikan Tuna
Keamanan makan ikan tuna memicu pro dan kontra. Pasalnya, ikan satu ini kaya nutrisi. Tapi di sisi lain, ikan ini juga berpotensi mengandung merkuri tinggi.
Tuna dianggap sebagai sumber vitamin B6 dan B12 yang. Vitamin ini membantu mendukung kekebalan tubuh, hormon, dan saraf.
Sayangnya, tuna bukan sumber asam lemak omega-3 yang baik. Tuna juga bisa mengandung merkuri dalam jumlah tinggi.
Polisi Selidiki Kematian Kepala Rumahtangga Mantan Jampidsus Febri
Wagubsu: Pembangunan Sekolah Harus Sejalan dengan Peningkatan Mutu Pendidikan
"Datang ke Rumah Saudara Dikira Pinjam Uang", Sofyan Tan Bagikan Luka Kemiskinan di Hadapan Penerima PIP
Begini Cara Bikin Ikan Asin Tidak Terlalu Asin, Patut Dicoba
Sudaryono Resmi Gantikan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN