Analisis Ekonom: Kebijakan BI Dongkrak IHSG, Namun Ancam Rupiah dan Dorong Harga Emas
Kebijakan ini memberikan sentimen positif bagi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), yang ditutup menguat 0,72% di level 7.192,018. Kenaikan IHSG ini mencolok, mengingat banyak bursa di Asia justru ditutup di zona merah.
Baca Juga:
Menurut ekonom Sumut, Gunawan Benjamin, penguatan IHSG ini merupakan respons positif terhadap kesepakatan tarif antara Amerika Serikat dan Indonesia, ditambah dengan langkah BI yang memangkas suku bunga.
"Penurunan bunga acuan akan mengurangi biaya operasional emiten di bursa, yang pada gilirannya akan merangsang pertumbuhan ekonomi dan menjadi katalis positif bagi pasar keuangan domestik," ujarnya, Rabu (16/7/2025).
Gunawan juga menambahkan bahwa tren inflasi yang rendah saat ini memerlukan respons penurunan suku bunga untuk mempercepat pembangunan.
"Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong investasi dan meningkatkan daya beli masyarakat," tambahnya.
Namun, di sisi lain, mata uang Rupiah ditutup melemah di level 16.270 per US Dolar. Pemangkasan suku bunga acuan BI memang membuka peluang terjadinya tekanan pada Rupiah.
"Setelah pengumuman BI mengenai 7 days repo rate, Rupiah sempat melemah hingga ke level 16.285 per US Dolar, namun perlahan berbalik dan ditutup di level terkuatnya hari ini," jelas Gunawan.
Sementara itu, harga emas juga menunjukkan perbaikan, ditransaksikan di level $3.336 per ons troy, atau sekitar 1,75 juta per gram. Meskipun harga emas bergerak sideways di tengah minimnya sentimen, data inflasi AS yang meningkat menjadi kabar positif bagi komoditas ini.
"Namun, ada tekanan untuk menurunkan suku bunga di saat inflasi AS justru bergerak naik," tutup Gunawan.
Dua Pelajar Angkut 300 Liter Pertalite Gunakan Mobil Modifikasi
Semangat 28 Oktober, Pemuda dan Polri Harus Bersatu Berantas Narkoba di Sumut
Diduga Tarik Mobil Tanpa Prosedur, WOM Finance dan Debt Collector Digugat Rp.303 Juta ke PN Medan
Beli 20 Liter Solar, Kurang 510 Mililiter! Polda Sumut Segel SPBU Suka Damai Sergai
Cafe Disabilitas Ruang Setara, Meracik Kopi dengan Semangat Inklusivitas di Pekanbaru