Selasa, 14 Juli 2026

Transformasi Digital dan Aturan OJK, Bikin Inovasi Keuangan Makin Aman

Siti Amelia - Selasa, 14 Juli 2026 20:33 WIB
Transformasi Digital dan Aturan OJK, Bikin Inovasi Keuangan Makin Aman
dokumentasi OJK
Acara Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang mengusung tema "Future-ready Governance for Sustainable Growth and National Prosperity" di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Kitakininews.co.id - Digitalisasi di sektor keuangan ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi menawarkan kemudahan, namun di sisi lain menyimpan risiko jika tidak dikelola dengan benar. Menyadari hal tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan bahwa teknologi dan aturan ketat harus berjalan beriringan demi melindungi masyarakat.

Baca Juga:

Hal tersebut mengemuka dalam forum Risk and Governance Summit (RGS) 2026 yang digelar secara hibrida (online dan offline) di Jakarta, Selasa (14/7/2026), dengan melibatkan lebih dari 20.000 peserta.

Forum berskala besar ini mempertemukan para pakar GRC domestik dan internasional, termasuk perwakilan raksasa teknologi Meta hingga lembaga dunia UNOPS.

Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital, Edwin Hidayat Abdullah, yang hadir mewakili Menteri, menyampaikan bahwa pemanfaatan teknologi digital pada dasarnya bertujuan untuk mendongkrak kesejahteraan hidup masyarakat.

"Digitalisasi bukanlah tujuan akhir. Digital merupakan pengungkit bagi seluruh sektor ekonomi. Karena itu, transformasi digital harus menjadi katalis peningkatan produktivitas nasional dan kesejahteraan masyarakat," ungkap Edwin.

Edwin mematahkan anggapan bahwa aturan hukum yang ketat akan membelenggu kreativitas teknologi. Sebaliknya, tata kelola yang bersih justru membangun rasa percaya (trust) dari pengguna, sehingga inovasi digital dapat tumbuh subur dan bertahan lama.

Menariknya, komitmen OJK dalam memacu inovasi digital tidak hanya menyasar pelaku industri kakap. Lewat gelaran RGS 2026, OJK turut menantang daya kritis generasi muda melalui kompetisi ilmiah bertajuk Innovation Paper Competition Volume 2.

Kompetisi berskala nasional ini mengangkat tema besar Building Digital Trust and Ethical Governance for Indonesia's Future.
Luar biasanya, sebanyak 408 karya ilmiah dari 135 perguruan tinggi di seluruh penjuru Indonesia ikut ambil bagian.

Banyaknya peserta dari kalangan mahasiswa ini menjadi sinyal positif bahwa generasi muda sangat peduli terhadap pengembangan teknologi keuangan yang aman, beretika, dan patuh hukum demi menyongsong masa depan Indonesia yang mapan.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Komentar
Berita Terbaru