Jumat, 14 Agustus 2026

IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal

Siti Amelia - Jumat, 14 Agustus 2026 13:47 WIB
IHSG dan Rupiah Bergerak Sideways, Harga Emas Tertekan Koreksi Teknikal
pixabay
Ilustrasi

Kitakininews.co.id - Pasar keuangan domestik bergerak cenderung mendatar (sideways) pada penutupan pekan ini, Jumat (14/8/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan mata uang Rupiah berada dalam rentang pergerakan terbatas, sementara harga emas dunia mulai mengalami koreksi teknikal.

Baca Juga:

Ekonom asal Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menjelaskan bahwa pergerakan pasar hari ini dipengaruhi oleh kombinasi rilis data ekonomi global, evaluasi indeks acuan, serta minimnya sentimen geopolitik baru.

Menurut Gunawan, rilis data Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) Amerika Serikat (AS) menunjukkan angka realisasi yang lebih rendah dari ekspektasi pasar. Inflasi tingkat produsen AS tercatat nyaris stagnan di kisaran 0%, lebih rendah dari proyeksi awal pasar di level 0,2%.

"Data PPI AS ini menggambarkan perubahan harga yang relatif terjaga. Kondisi tersebut berpeluang meredam spekulasi arah kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) yang bernada hawkish," ujar Gunawan.

Meski begitu, IHSG dibuka melemah ke level 6.296 pada sesi pembukaan akhir pekan. Pergerakan IHSG ini sedikit berlawanan dengan mayoritas bursa saham kawasan Asia yang justru ditransaksikan di zona hijau.

Gunawan menilai pelemahan IHSG merupakan kelanjutan dari koreksi hari sebelumnya, yang terpengaruh oleh hasil review Morgan Stanley Capital International (MSCI). Review tersebut dianggap belum memberikan perubahan peringkat positif yang cukup signifikan bagi bursa saham tanah air.

"Hingga akhir pekan ini, IHSG diperkirakan bergerak terbatas dalam rentang 6.230 hingga 6.300," tambahnya.

Sementara di pasar valuta asing, mata uang Rupiah ditransaksikan menguat ke level 17.840 per Dolar AS.

Minimnya rilis agenda ekonomi penting baik dari dalam maupun luar negeri membuat pergerakan pasar keuangan nasional bergerak dalam kisaran angka yang sempit. Selain itu, kondisi geopolitik global yang tergolong stabil belum menunjukkan ancaman langsung bagi stabilitas keuangan domestik.

Sektor komoditas juga menunjukkan dinamika serupa. Harga minyak mentah dunia jenis Brent bergerak stabil dengan kecenderungan melemah di kisaran US$ 87 per barel.

Sementara itu, harga emas dunia yang sempat melonjak kini berbalik arah melemah ke level US$ 4.321 per ons troy (atau setara dengan kisaran Rp2,49 juta per gram).

Gunawan menegaskan bahwa penurunan harga emas ini bukan disebabkan oleh pemburukan fundamental ekonomi, melainkan respons wajar pasar (technical correction).

"Harga emas mengalami koreksi di tengah sentimen pasar global yang berangsur membaik. Aksi profit taking dan koreksi teknikal menjadi pemicu utama pelemahan harga emas saat ini," tutupnya.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
IHSG dan Rupiah Hijau, Ekonom Sumut Ingatkan Ancaman Geopolitik Timur Tengah

IHSG dan Rupiah Hijau, Ekonom Sumut Ingatkan Ancaman Geopolitik Timur Tengah

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Pemerintah Tunjuk Destry Damayanti Sebagai Pengganti Sementara

Gubernur BI Perry Warjiyo Mundur, Pemerintah Tunjuk Destry Damayanti Sebagai Pengganti Sementara

Harga Minyak Mentah Dekati $100 per Barel, Ekonom Sumut Peringatkan Ancaman Bagi Pasar Keuangan

Harga Minyak Mentah Dekati $100 per Barel, Ekonom Sumut Peringatkan Ancaman Bagi Pasar Keuangan

Redam Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate 5,75% dan Tebar Insentif Investasi Asing

Redam Gejolak Global, Bank Indonesia Tahan BI-Rate 5,75% dan Tebar Insentif Investasi Asing

Ekspor Sawit Sumut Tetap Solid di Tengah Sikap 'Wait and See' Kebijakan DSI

Ekspor Sawit Sumut Tetap Solid di Tengah Sikap 'Wait and See' Kebijakan DSI

Waspada! Antrean Panjang BBM di SPBU Bisa Bikin Harga Bahan Pangan Naik

Waspada! Antrean Panjang BBM di SPBU Bisa Bikin Harga Bahan Pangan Naik

Komentar
Berita Terbaru