Selasa, 07 Juli 2026

Ekonom : Pasar Keuangan Pilih Wait and See Tunggu Data Inflasi AS

Siti Amelia - Kamis, 11 Januari 2024 09:30 WIB
Ekonom : Pasar Keuangan Pilih Wait and See Tunggu Data Inflasi AS
Pixabay
Ilustrasi pasar keuangan.

Kitakini.news - Pelaku pasar tengah menanti rilis data inflasi yang akan menjadi motor penggerak pasar selanjutnya.

Baca Juga:

Sejuah ini ekspektasi menunjukan bahwa inflasi inti AS akan melemah, namun inflasi secara keseluruhan akan mengalami kenaikan.

"Dan pelaku pasar cenderung melihat inflasi intinya. Dan pelemahan inflasi inti akan lebih banyak memberikan kabar baik bagi pasar keuangan nantinya," kata ekonom Sumut Gunawan Benjamin, Kamis (11/1/2024).

Namun, sambungnya, data inflasi AS tersbeut bukanlah satu satunya yang akan jadi patokan khususnya pelaku pasar keuangan di Asia.

Karena China dijadwalkan akan merilis data inflasinya pada besok pagi, sesaat sebelum pasar saham di tanah air di buka.

Disisi lain, AS akan merealisasikan data inflasinya nanti malam. Sehingga pada hari ini pasar akan lebih bersikap wait and see.

"Pelaku pasar juga akan mewaspadai kemungkinan dimana China akan merilis deflasi yang bisa menjadi kabar buruk bagi pasar keuangan di Asia. Sementara itu, IHSG di sesi pembukaan perdagangan pagi ini ditransaksikan melemah di kisaran level 7.250," ungkapnya.

Sementara itu sejumlah bursa di Asia lainnya bergerak menguat disesi perdagangan pagi.

Disisi lainnya, mata uang rupiah terpantau mengalami penguatan di level 15.545 pada sesi perdagangan pagi ini. Seiring dengan penguatan rupiah tersebut, kinerja imbal hasil US Treasury juga mengalami pelemahan.

Selanjutnya, harga emas diperdagangkan lebih rendah dibandingkan dengan perdagangan kemarin sore, meskipun terpantau menguat pada perdagangan pagi ini ditransaksikan dikisaran level $2.029 per ons troy.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Danantara Optimistis, Penguatan IHSG Bukti Investor Percaya Fundamental Indonesia

Danantara Optimistis, Penguatan IHSG Bukti Investor Percaya Fundamental Indonesia

IHSG Anjlok Dekati Autoreject, Rupiah Justru Menguat

IHSG Anjlok Dekati Autoreject, Rupiah Justru Menguat

IHSG Anjlok 2,03% ke 6.959, Pelemahan Rupiah ke Rp17.305/US$ Tekan Pasar Saham Indonesia

IHSG Anjlok 2,03% ke 6.959, Pelemahan Rupiah ke Rp17.305/US$ Tekan Pasar Saham Indonesia

Jika Iran-AS Gagal Sepakat, Emas Siap Meluncur Lebih Tinggi?

Jika Iran-AS Gagal Sepakat, Emas Siap Meluncur Lebih Tinggi?

Sumut Waspada Ancaman Inflasi Februari 2026, Cabai Merah Jadi Faktor Utama

Sumut Waspada Ancaman Inflasi Februari 2026, Cabai Merah Jadi Faktor Utama

Dugaan Saham Gorengan Picu IHSG Anjlok, Bareskrim Polri Selidiki Unsur Pidana

Dugaan Saham Gorengan Picu IHSG Anjlok, Bareskrim Polri Selidiki Unsur Pidana

Komentar
Berita Terbaru