Polda Riau Rilis Hasil Autopsi Kematian Murid SD, ada Tanda-tanda Kekerasan
Kitakini.news -Polda Riau merilis hasil autopsi murid sekolah dasar yang mengalami perundungan di Kabupaten Indragiri Hulu. Polisi menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun menurut polisi, penyebab kematian korban karena mengalami infeksi sistemik di bagian usus buntu.
Baca Juga:
Direskrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan menyebutkan hal terkait penyebab kematian murid kelas dua SD berinisial K di Kecamatan Siberida, Kabupaten Indragiri Hulu.
"Dalam laporan hasil pemeriksaan organ dalam, dokter forensik mengungkapkan adanya luka memar di bagian perut dan paha," ujar Asep, Kamis (5/6/2025).
Namun Dokter Forensik Polda Riau, AKBP Supriyanto dokter menyimpulkan penyebab kematian korban bukan disebabkan kekerasan, namun adanya infeksi sistemik meluas di bagian usus buntu.
Dari keterangan 20 saksi yang sudah diperiksa, terungkap korban mengalami perundungan yang dilakukan kakak kelasnya di sekolah.
Korban sempat merasakan keluhan sakit perut dan dibawa ke tukang urut. Namun, korban tidak kunjung sembuh hingga akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Indrasari, Kota Rengat pada 26 Mei 2025. Kematian anak berusia 8 tahun ini menyebabkan duka mendalam bagi keluarga korban.
Polda Riau Gerebek Kampung Narkoba, Sebanyak 15 Orang Ditangkap
Sumber Air Terbatas, Polda Riau Buat 180 Embung di Lokasi Karhutla
Polda Riau Turunkan Tim Trauma Healing ke Lokasi Karhutla
7 Kilogram Sabu Dikubur di Kebun Sawit, Ditresnarkoba Polda Riau Ringkus Tiga Tersangka
Gagal Lolos X-Ray, Kurir Asal Aceh Ditangkap Bawa 2 Kg Sabu di Bandara SSK II Pekanbaru