Sistem Jalur Tak Berlaku, Ini Kata Dirlantas Polda Sumbar
Kitakini.news - Setelah tujuh hari berlangsung, sistem jalur
satu arah Padang-Bukittinggi atau sebaliknya resmi ditutup dengan hasil memuaskan.
Baca Juga:
Padahal, sebelumnya opsi perpanjangan pola ini sempat
mengemuka karena prediksi volume kendaraan membludak dibanding momen serupa di
tahun sebelumnya.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijaya mengatakan
lewat selulernya, penerapan sistem satu jalur berhasil menurunkan angka
kemacetan dengan signifikan.
“Alhamdulillah, hasil yang dicapai cukup signifikan dengan
menurunkan jumlah kemacetan yang tadinya berjam-jam, sekarang hanya beberapa
jam saja,” katanya, Kamis (27/4/2023).
Dijelaskannya, kemacetan jalur (Padang-Bukittinggi) pasti
terjadi. Namun dengan adanya one way sistem ini, berhasil mengurangi kemacetan.
Ada beberapa hal yang mendasari pelaksanaan pola one way tak
diperpanjang. Salah satu yang paling penting adalah berakhirnya masa cuti Idull
Fitri pada Rabu (26/4/2023) ini.
Sebagian warga, baik warga lokal maupun warga Sumbar dari
perantauan terutama yang berstatus sebagai ASN ataupun swasta yang mudik sudah
menjalankan aktivitasnya Rabu ini.
Asumsinya, sebagian pengguna jalan tentunya berkurang hingga
kepadatan diyakini juga berkurang karena sebagian dari pemudik sudah balik
sejak Senin hingga Selasa malam tadi. Mereka termasuk dalam kelompok arus balik
gelombang pertama.
“Kami menyampaikan one way tidak ada perpanjangan dan resmi
ditutup. Tapi akan dilanjutkan dengan rekayasa jalan yang dilaksanakan secara
situasional oleh para Kasat Lantas di jajaran,” bebernya.
Di samping itu, Hilman mengaku hingga saat ini kendaraan
pemudik yang masuk ke Sumbar masih berlangsung.
Kelompok ini, ujar Hilman lagi, masuk dalam kelompok arus
balik gelombang kedua yang akan bergerak meninggalkan Sumbar di akhir pekan
ini, seiring dengan berakhirnya operasi Zebra tahun 2023 ini.
“Hingga saat ini jumlah kendaraan yang masuk ke Sumbar diperkirakan 60 ribu. Mari kita taati peraturan dan semoga pemudik sampai di tujuan dengan selamat,” pungkasnya.
Kontributor: Efendi Jambak
Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi
Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala
Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus
Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material