Bawa BTS, Kapal BAKTI Kominfo Hilang di Papua
Melansir berbagai sumber, Jumat (26/7/2024), Kapal LCT atau landing craft transpor, yang dirancang khusus untuk memuat dan mengangkut kargo berat dan personel itu, berangkat dari Timika pada Senin, 15 Juli 2024 pukul 05.43 WITA.
Baca Juga:
Menurut jadwal, mereka seharusnya sampai di Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Kamis 18 Juli 2024, namun saat berada di perairan Asmat kapal tersebut hilang kontak
Kontak terakhir LCT Cita XX diterima oleh Kapal Prima Jaya pada Selasa, 16 Juli 2024. Kapal tersebut juga menyatakan, posisi Cita XX tidak melaju dan mengambil jalur pinggir mendekati pesisir.
Terkait itu, TNI AL mengerahkan KRI Teluk Lada-521 untuk menyusuri jalur pelayaran menuju Ambon guna mencari kapal tersebut.
"Penyisiran di jalur pelayaran menuju Ambon di mana searah dengan perkiraan arus laut saat ini, untuk menemukan benda atau jejak terkait kapal LCT Cita XX," kata Laksamana Pertama I.M Wira Hady dalam keterangannya, Kamis (25/7).
Lebih lanjut, Wira menyampaikan lamanya proses pencarian terhadap kapal pengangkut material Base Transceiver Station (BTS) dikarenakan kondisi cuaca buruk.
"Lamanya proses SAR ini disebabkan karena kondisi cuaca buruk seperti hujan dan cuaca berkabut sehingga jarak pandang terbatas yang terjadi di wilayah tersebut," tutur Wira.
Selain KRI Teluk Lada-521, kata Wira, dalam proses pencarian ini TNI AL juga turut mengerahkan Patkamla Yapero III-11-17.
"Patkamla Yapero III-11-17 digerakkan menuju area SAR di perairan pesisir antara Timika-Agats dengan koordinasi ketat tim SAR Gabungan yang berada di bawah Basarnas sebagai leading sektornya," ucap dia.
Sebagai informasi, kapal LCT Cita XX itu beranggotakan 12 orang. BAKTI memasang BTS di 12.548 titik yang tidak terjangkau sinyal seluler (blankspot) di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.519 titik berada di Papua.
"Yang utama adalah menyelamatkan nyawa 12 awak kapal tersebut. Karena nyawa manusia lebih penting dari apapun," kata Menkominfo Budi Arie Setiadi.
Pratu Rizki Kurniawan Gugur dalam Baku Tembak OPM di Hari Kemerdekaan
Polda Sumut Bongkar Sindikat Scamming Internasional di Medan, Korban Rugi Rp6,7 Miliar
‘Bawa Pasukan’, Walkot Tebingtinggi Jadi Saksi Kasus OTT Korupsi Jaringan Internet Dinas Kominfo
Siapkan Talenta Digital Masa Depan, Pemko Medan Gelar Pelatihan AI untuk 5.000 Siswa SMP
Enam Korban Ledakan Grand Polonia: Dua Tewas, Dua Dirawat, Satu Masih Dalam Pencarian