Penuturan Korban Selamat dari Longsor Tambang Emas
Kitakini.news - Rizky Afrikul Putra (25) tidak pernah menyangka dirinya akan mengalami tanah tebing tempat ia mendulang emas akan longsor.
Baca Juga:
- Silaturahmi 41 Perguruan Silek Tuo di Nagari Aripan Jadi Ajang Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau
- Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik 12 Excavator Diburu
- Wakapolda Sumut Ungkap Penindakan Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, 12 Ekskavator dan 17 Orang Diamankan
Bahkan ia sangat bersyukur bisa selamat dari bencana maut tersebut. Menurutnya ia selamat ditolong oleh air bercampur lumpur yang mencampakkan dirinya sehingga tida tertimbun material longsor.
Menurut penuturan Rizki, ayah dari seorang putra yang baru berusia 8 bulan ini, dirinya belum genap satu tahun bekerja mendulang emas di lokasi tambang emas di daerah Sungai Abu, Kecamatan Hilliran Gumanti, kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Pekerjaan mendulang emas ini dilakukan secara individu-individu. Bagi rizki sendiri, ia membutuhkan waktu tempuh perjalanan 1,5 Jam menggunakan motor dari kediamannya di daerah sungai Dareh hingga ke titik penitipan motor.
Selanjutnya ia dan rekan-rekan seprofesi akan berjalan kaki selama 5 hingga 6 jam memasuki lembah dan perbukitan.
Biasanya tinggal di lokasi selama satu minggu, tergantung dengan jumlah emas yang berhasil mereka peroleh. Dan hasilnya pun tidak menentu.
Sebelum peristiwa tanah tebing longsor, Rizki menyatakan di lokasi sempat diguyuri hujan lebat. Saat itu rekan-rekannya berteduh di pondok kayu yang mereka bangun bersama.
Setelah hujan, baru mereka kembali mengambil pasir dan bebatuan di bawah tebing. Toba-tiba tebing tersebut longsor yang disertai air dan lumpur.
Rezki sempat tertimbun sesaat, namun tiba-tiba air lumpur tersebut kembali bergerak dan mencampakkan dirinya, ia pun berusaha berteriak minta tolong sambil terus berusaha melangkah menyelamatkan diri. Namun ia kehabisan tenaga dan tidak sadarkan diri.
Rizki mengalami patah pada lengan kanan dan kini masih menjalani rawat inap di RSUD Aro Suka. Ia pun sangat bersyukur bisa selamat dari peristiwa naas yang merengkut nyawa 11 orang rekan-rekannya.
Silaturahmi 41 Perguruan Silek Tuo di Nagari Aripan Jadi Ajang Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau
Polda Sumut Tetapkan Dua Tersangka Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, Pemilik 12 Excavator Diburu
Wakapolda Sumut Ungkap Penindakan Tambang Emas Ilegal di Perbatasan Tapsel–Madina, 12 Ekskavator dan 17 Orang Diamankan
Gusmal Sebut Selesaikan Sengketa Tanah Ulayat Alahan Panjang Melalui Dialog Adat
Bencana Berulang di Tapanuli, WALHI: Ini Bukan Alam, Ini Bencana Ekologis