Kamis, 03 September 2026

Sutarto: Efektifkan Sistem Peringatan Dini Terintergrasi dan Kesiapan Logistik Evakuasi

Heru - Rabu, 02 September 2026 21:40 WIB
Sutarto: Efektifkan Sistem Peringatan Dini Terintergrasi dan Kesiapan Logistik Evakuasi
(Istimewa)
Petugas pemantauan Gunung Berapi di Kabupaten Karo sedang memantau aktivitas Gunung Sinabung, Kabupaten Karo yang erupsi, Senin (31/8/2026).

Kitakininews.co.id - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara (DPRD Sumut), Dr Sutarto M.Si meminta pemerintah melalui instansi terkait, baik BMKG, BPBD untuk melakukan upaya cepat dengan mengupayakan sistem peringatan dini terintergrasi kepada seluruh warga yang terdampak akibat erupsi Gunung Sinabung.

Baca Juga:

Diketahui berdasarkan rilis Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), adanya peningkatan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung mulai Senin (31/8/2026) pukul 12.30 WIB.

Hasil pemantauan dari rekaman instrumental dan pengecekan kondisi di lapangan, abu vulkanik cenderung mengarah ke Timur-Tenggara atau menuju wilayah Kota Berastagi.

Sutarto juga meminta Early Warning System atau sistem peringatan dini untuk meminimalisir korban.

"Saya meminta pemantauan, pengolahan data Real-Time, dan prosedur komunikasi darurat untuk mendeteksi aktivitas vulkanik serta menyampaikan tanda bahaya kepada masyarakat secara cepat dan akurat. Jangan ada tumpang tindih informasi mengenai letak zona bahaya, jalur erupsi, letak zona evakuasi dan sebagainya," terang Sutarto kepada wartawan di Medan, Rabu (2/9/2026).

Sekretaris PDI Perjuangan Sumut ini juga menekankan bahwa informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah harus tersampaikan secara cepat, konsisten, dan mudah dipahami masyarakat.

"Informasi itu memberikan sinyal cepat atau alarm sehingga warga mempunyai waktu lebih banyak untuk mengemas barang penting, bersiap, dan mengungsi ke tempat aman. Dengan adanya alarm atau sirine dari EWS melatih masyarakat untuk lebih peka dan tanggap darurat terhadap tanda-tanda alam akibat erupsi itu," tambahnya.

Masih kata Sutarto bahwa perlu adanya kesiapan logistik dalam upaya mempersiapkan kebutuhan dasar para warga yang telah dipindahkan ke lokasi evakuasi.

"Ya, saya kira kita harus menyiapkan kebutuhan seperti air bersih, makanan, pakaian dan lainnya," tandasnya.

Lebih lanjut Sutarto meminta pada area evakuasi, harus disiapkan layanan kesehatan, utamanya memantau penyebaran Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) akibat terpapar debu vulkanik.

"Kesiapan tim medis dan obat-obatan, kita minta Pemda Karo dan Pemprov agar menyediakannya stand-by 24 Jam," ucapnya.

Sutarto juga mengapresiasi langkah cepat TNI dan Polri dalam mendirikan posko-posko siaga di sekitar kawasan Gunung Sinabung.

"Kita melihat kesiapan TNI dan Polri dalam menyiapkan posko, peralatan, kendaraan, personel, jalur evakuasi, serta kebutuhan pendukung lainnya. Ini langkah yang patut kita apresiasi," imbuhnya.

Sutarto berharap erupsi gunung Sinabung tidak naik ke level awas, mengingat kawasan Sinabung merupakan salahsatu sentra pertanian dan sentra pariwisata yang termasuk Caldera Toba.

"Aktivitas ini bisa mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat, kita doakan agar erupsi besar seperti 2010 lalu tidak terjadi," pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumut Bobby Nasution menginstruksikan percepatan evakuasi warga di wilayah yang masuk zona bahaya kawasan Sinabung.

Bobby menegaskan, keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama, sekaligus meminta seluruh jajaran pemerintah daerah dan Forkopimda memastikan kebutuhan warga selama proses evakuasi terpenuhi.

Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) memprioritaskan evakuasi warga yang berada di radius zona merah erupsi. Salah satu lokasi yang telah dikosongkan adalah Desa Kuta Tengah, dengan 280 jiwa dari sekitar 600 penduduk telah dievakuasi ke Pos Pengungsian Suka Tepu.

Bobby menegaskan, bahwa Pemprovsu menjamin pemenuhan kebutuhan dasar seluruh warga terdampak. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan para pengungsi merasa nyaman sehingga tidak terdorong untuk kembali ke wilayah yang masih berbahaya.

"Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya," terang Bobby. (**)

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Sinabung Erupsi, Belajar Mengajar di SD Negeri 040480 Sukandebi Masih Berjalan

Sinabung Erupsi, Belajar Mengajar di SD Negeri 040480 Sukandebi Masih Berjalan

Komisi B DPRD Sumut Minta BGN Evaluasi Menu MBG

Komisi B DPRD Sumut Minta BGN Evaluasi Menu MBG

Pemprovsu Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi Untuk Wisatawan

Pemprovsu Siapkan Jalur Alternatif Medan–Berastagi Untuk Wisatawan

72 Penerbangan Di Kualanamu Terdampak Erupsi Sinabung

72 Penerbangan Di Kualanamu Terdampak Erupsi Sinabung

Hari ini, Gunung Sinabung Masih Berada di Level 3

Hari ini, Gunung Sinabung Masih Berada di Level 3

Kapoldasu Tinjau 2 Pos Pengamanan dan Pemantauan Gunung Api di Karo

Kapoldasu Tinjau 2 Pos Pengamanan dan Pemantauan Gunung Api di Karo

Komentar
Berita Terbaru