Pj Sekdaprov Sumut Tekankan Pembinaan Berkelanjutan untuk Lahirkan Generasi Qurani Berkarakter
Kitakininews.co.id - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Pj Sekdaprov) Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menegaskan pentingnya pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan untuk melahirkan generasi Qurani yang unggul dan berkarakter. Pembinaan tersebut tidak hanya bertujuan mencetak prestasi, tetapi juga membangun karakter, memperkuat spiritualitas, dan menanamkan integritas.
Baca Juga:
Pesan tersebut
disampaikan Sulaiman Harahap yang juga Ketua Umum Lembaga Pengembangan
Tilawatil Quran (LPTQ) Sumut saat membuka Pemusatan Latihan dan Seleksi Duta
LPTQ Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 di Aula Olahraga Kantor Dinas Pemuda
dan Olahraga (Dispora), Jalan Willem Iskandar, Kecamatan Percut Seituan,
Kabupaten Deliserdang, Selasa (7/7/2026). Kegiatan tersebut akan berlangsung
selama sepekan hingga 16 Juli 2026.
Sulaiman
mengatakan, pemusatan latihan merupakan bagian penting dari proses pembinaan
yang berkesinambungan untuk melahirkan generasi Qurani terbaik dari Sumatera
Utara.
"Sejalan dengan
komitmen LPTQ agar pembinaan tidak hanya dilakukan menjelang MTQ, tetapi
berlangsung sepanjang tahun melalui kaderisasi yang berkesinambungan," ujarnya.
Ia juga
mengapresiasi seluruh jajaran LPTQ Sumut yang telah mempersiapkan kegiatan
tersebut dengan baik. Menurutnya, pemusatan latihan bukan sekadar tempat
berlatih untuk meraih kemenangan dalam perlombaan, tetapi juga menjadi wadah
pembentukan karakter, pembinaan mental, penguatan spiritual, serta penempaan
integritas putra-putri terbaik dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera
Utara.
"Saudara-saudari
telah melewati proses seleksi di daerah masing-masing. Oleh karena itu
manfaatkan kesempatan ini sebagai media untuk terus belajar memperbaiki diri,
menerima masukan dari para pelatih dan meningkatkan kualitas bacaan, hafalan,
pemahaman maupun penghayatan terhadap Alquran," ungkapnya.
Sulaiman juga
mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti latihan dan seluruh rangkaian
kegiatan dengan penuh kesungguhan, menghormati para pelatih, pembina, dan
panitia, serta membangun semangat saling mendukung sehingga kompetisi menjadi
sarana meningkatkan kualitas diri.
"Serta tanamkan niat bahwa setiap ayat yang dipelajari merupakan ibadah kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Saya juga menyampaikan kepada seluruh pelatih dan pembina agar memberikan pembinaan secara profesional, objektif, disiplin, dan penuh keikhlasan. Tugas kita bukan hanya menghasilkan juara, tetapi juga melahirkan generasi Qurani yang kelak mampu menjadi imam, pendidik, da'i, pemimpin masyarakat, bahkan teladan bagi generasi berikutnya," pungkasnya.