Jumat, 16 Oktober 2026

Gempa Mentawai, Warga Kota Pariaman Berhamburan Keluar Rumah, Ada Yang Menuju Dataran Tinggi

- Selasa, 25 April 2023 12:43 WIB
Gempa Mentawai, Warga Kota Pariaman Berhamburan Keluar Rumah, Ada Yang Menuju Dataran Tinggi

Kitakini.news – Warga Kota Pariaman, Sumatera Barat berhamburan keluar rumah saat peristiwa gempa tektonik berkekuatan 7.3 SR yang mengguncang kawasan Pantai Barat Mentawai, Selasa (25/4/2023) Pukul 03.00 WIB dini hari.

Baca Juga:

 

Dani Suryono seorang warga Cubadak Air, Kota Pariaman saat dihubungi Kitakini.news, Selasa (25/4/2023) mengatakan, getaran gempa terasa sangat kuat di Kota Pariaman dan banyak warga yang berhamburan keluar rumah saat terjadi gempa.

 

“Saya sampai terbangun dengan getaran kuat gempanya. Kemudian bergegas keluar rumah bersama anggota keluarga,” ujarnya.

 

Dani juga menjelaskan, bahwa sebagian warga juga ada yang pergi menuju arah dataran tinggi yang ada disekitar Kota Pariaman, khususnya warga yang berada di dekat pantai yang ada di kota ini.

 

Tak hanya itu, lanjut Dani, warga Kota Pariaman juga merasakan gempa susulan. Namun getarannya tidak sebesar gempa pertama.

 

“Ada gempa susulan, namun getarannya lebih kecil dari gempa pertama,” pungkasnya.

 

Seperti diketahui,  Gempa tektonik M7.3 mengguncang pantai Barat Sumatera Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) dengan kedalaman 23 kilometer,Selasa (25/4/2023) Pukul 03.00 WIB dini hari.

 

Dari hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tercatat gempa Mentawai memiliki parameter Update dengan M6.9 yang berada di koordinat 0,94° Lintas Selatan, 98,38° Bujur Timur atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 177 kilometer barat laut Kepulauan Mentawai, Sumbar.

 

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono mengatakan dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia.

 

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault),” ujar mengutip laman resmi BMKG.go.id, Selasa (25/4/2024).

 

 

 

Redaksi 

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Pasca Banjir di Koto Tangah, Warga Kecewa Sistem Peringatan Banjir tidak Berfungsi

Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala

Kapolda Sumbar Kerahkan 200 Personel Gabungan, Korban Banjir Mengungsi di Musala

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Banjir Padang Terjang Tiga Kecamatan, 672 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi

Banjir Padang Meluas, 498 Warga Terdampak dan 238 Jiwa Dievakuasi

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Sejumlah Kantor Pemkab Solok Tertimbun Material

Presiden DMDI HM Ali Rustam Bantu Renovasi Masjid Terdampak Bencana di Manggarai Timur

Presiden DMDI HM Ali Rustam Bantu Renovasi Masjid Terdampak Bencana di Manggarai Timur

Komentar
Berita Terbaru