PSSI Tanpa Ampun, Persipura Dilarang Ditonton Semusim
Baca Juga:
Komdis PSSI mengambil langkah tegas. Persipura dijatuhi hukuman larangan menggelar pertandingan kandang dengan kehadiran penonton selama satu musim penuh pada Championship 2026/2027. Artinya, stadion yang selama ini dikenal angker bagi lawan akan kehilangan salah satu senjata terbesarnya: dukungan langsung ribuan suporter Mutiara Hitam.
Tak berhenti di situ, Persipura juga dibebani denda besar dengan total mencapai Rp240 juta. Nominal tersebut merupakan akumulasi dari beberapa pelanggaran yang tercatat dalam laporan resmi Komdis PSSI.
Rinciannya cukup panjang dan menyakitkan. Persipura dikenai denda Rp125 juta akibat penggunaan flare, petasan, smoke bomb, serta benda berbahaya lain di tribune stadion. Lalu, invasi massal suporter ke lapangan seusai pertandingan membuat klub kembali didenda Rp50 juta.
Tidak itu saja, lemparan botol air minum ke area pertandingan menambah hukuman Rp15 juta, sementara aksi kerusuhan dan anarki selepas laga memunculkan tambahan sanksi lain. Panitia pelaksana pertandingan Persipura juga ikut menerima denda Rp20 juta karena dianggap gagal mengendalikan keamanan stadion.
Komdis PSSI menilai insiden di Jayapura sudah melewati batas toleransi. Dalam laporan disiplin, suporter disebut masuk ke lapangan, merusak fasilitas stadion, mengejar perangkat pertandingan, hingga memburu rombongan tim tamu di area stadion setelah laga berakhir. Situasi itu menjadi dasar PSSI menjatuhkan hukuman keras sebagai efek jera.
PSSI melalui keputusan Komdis menegaskan bahwa hukuman diberikan sebagai bentuk penegakan disiplin dan keselamatan kompetisi. Sebagian keputusan masih dapat diajukan banding sesuai regulasi Kode Disiplin PSSI 2025, namun ada pula sanksi yang bersifat final dan tidak bisa diganggu gugat.
Dari pihak klub, Persipura dikabarkan tengah mempelajari detail keputusan tersebut sebelum menentukan langkah berikutnya. Manajemen disebut membuka peluang mengajukan banding untuk beberapa poin hukuman, terutama terkait larangan bermain di hadapan penonton semusim penuh yang dinilai sangat memukul kondisi tim, baik secara atmosfer maupun finansial.
Bagi Persipura, hukuman ini terasa seperti pukulan berlapis. Setelah gagal promosi usai kalah dramatis dari Adhyaksa FC, kini mereka harus menjalani musim depan tanpa energi tribun yang selama ini menjadi identitas klub. Stadion Lukas Enembe yang biasa bergemuruh tampaknya akan berubah sunyi.
Namun di balik hukuman berat ini, ada pesan tegas yang ingin disampaikan PSSI: sepak bola Indonesia tidak lagi memberi ruang bagi kekerasan dan chaos di stadion, siapa pun klubnya.
Sumber: Bola.com, JPNN, iNews, Pojok Papua, keputusan Komdis PSSI 2026.
Duel Panas Semifinal, Garuda Muda Belum Pecahkan Kebuntuan di Babak Pertama
Ole Romeny Soal Cetak Gol di Dua Laga FIFA Matchday: Bersama Garuda, Saya Tak Merasakan Tekanan
Herdman Ungkap Kelebihan dan Kekurangan Garuda Usai Bungkam Mozambik
John Herdman Semakin Percaya Masa Depan Garuda Pasca Menang 3-0 atas Oman
Timnas U-19 Indonesia Tiba di Medan, Garuda Muda Mulai Misi Besar di Tanah Sumatera