Luis de la Fuente Usai Spanyol Juara Piala Dunia 2026: Kami Seharusnya Menang Jauh Lebih Cepat
Kitakininews.co.id - Luis de la Fuente tak mampu menyembunyikan kebanggaannya setelah mengantar Spanyol kembali ke puncak sepak bola dunia. Pelatih berusia 65 tahun itu sukses mempersembahkan gelar Piala Dunia kedua bagi La Roja pada edisi 2026 usai mengalahkan Argentina 1-0 melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106 babak perpanjangan waktu di final Piala Dunia 2026, Minggu (19/7/2026) waktu setempat atau Senin dini hari WIB.
Baca Juga:
Kemenangan tersebut menjadi puncak dari perjalanan luar biasa Spanyol sepanjang turnamen. Mereka hanya kebobolan satu gol dalam delapan pertandingan, mencatat rekor pertahanan terbaik yang pernah dimiliki tim juara Piala Dunia, sekaligus memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 38 pertandingan.
Bangga dengan Generasi Emas Spanyol
Sesaat setelah peluit panjang berbunyi, De la Fuente memuji mentalitas, persatuan, dan perkembangan para pemain yang telah dibinanya sejak level usia muda.
"Ini adalah kebanggaan yang luar biasa bagi generasi pesepak bola ini. Mereka tumbuh dengan sebuah ide, terus menyempurnakannya dari waktu ke waktu, dalam sebuah kelompok yang luar biasa. Mereka adalah sebuah keluarga sejati yang dipenuhi pemain-pemain hebat," ujar De la Fuente kepada televisi Spanyol usai pertandingan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hasil yang datang secara instan, melainkan buah dari proses panjang membangun identitas permainan yang jelas.
Merasa Spanyol Seharusnya Menang Lebih Cepat
Meski akhirnya menang melalui gol Ferran Torres pada menit ke-106, De la Fuente menilai anak asuhnya sebenarnya pantas mengakhiri pertandingan jauh sebelum babak tambahan waktu.
Sepanjang laga, Spanyol mendominasi jalannya pertandingan, menciptakan puluhan peluang, serta memaksa Emiliano Martínez bekerja keras di bawah mistar gawang Argentina.
"Pertandingan ini sebenarnya sudah seharusnya selesai jauh lebih awal. Namun penyelamatan-penyelamatan luar biasa dari Dibu Martínez membuat kami tidak mampu unggul lebih cepat," kata De la Fuente.
Statistik pertandingan memang menunjukkan dominasi mutlak Spanyol. La Roja melepaskan rentetan tembakan sejak awal laga, sementara Martínez melakukan 12 penyelamatan penting yang membuat Argentina bertahan hingga babak tambahan.
Final Piala Dunia Selalu Menuntut Pengorbanan
De la Fuente mengakui final tidak pernah mudah, bahkan ketika Argentina harus bermain dengan 10 pemain setelah Enzo Fernández diusir keluar lapangan. Menurutnya, timnya sudah siap menghadapi segala kemungkinan.
"Ini adalah final Piala Dunia. Kami memang harus menderita untuk bisa menang, bahkan ketika menghadapi lawan yang bermain dengan 10 orang. Tetapi kami sudah siap untuk semua situasi," ujarnya.
Kesabaran Spanyol akhirnya terbayar ketika Ferran Torres memanfaatkan peluang emas pada menit ke-106 untuk memecah kebuntuan dan memastikan kemenangan 1-0.
Konsisten dengan Filosofi Permainan
Kesuksesan Spanyol tidak lepas dari filosofi yang terus dipertahankan De la Fuente sejak dipercaya menangani tim nasional. Ia menolak mengubah identitas permainan meski menghadapi lawan-lawan kuat sepanjang turnamen.
Sebelumnya, setelah memastikan tiket ke final, De la Fuente telah menegaskan bahwa timnya akan terus setia pada cara bermain yang selama ini membawa mereka sukses.
"Kami tetap setia pada sebuah ide. Para pemain percaya pada proses ini, bekerja keras setiap hari, dan hasilnya kini bisa dinikmati seluruh rakyat Spanyol," ungkapnya.
Apresiasi untuk Argentina
Meski berhasil mengalahkan juara bertahan, De la Fuente tetap memberikan penghormatan tinggi kepada Argentina yang dinilainya sebagai salah satu tim terbaik dunia.
Sebelum final, ia bahkan menyebut duel melawan pasukan Lionel Scaloni sebagai pertandingan antara dua negara yang sama-sama memiliki pemain bertalenta besar.
"Kami sangat mengagumi Argentina. Mereka memiliki karakter yang luar biasa dan pemain-pemain hebat. Itulah sebabnya final ini menjadi pertunjukan sepak bola yang istimewa."
Gelar yang Mengukuhkan Era Baru Spanyol
Trofi Piala Dunia 2026 menjadi gelar dunia kedua Spanyol setelah keberhasilan pada 2010 di Afrika Selatan. Lebih dari itu, keberhasilan tersebut mengukuhkan era baru sepak bola Spanyol di bawah Luis de la Fuente.
Dalam tiga tahun terakhir, De la Fuente telah mempersembahkan gelar UEFA Nations League, Piala Eropa 2024, dan kini Piala Dunia 2026. Dengan fondasi skuad muda yang dipimpin Rodri, Lamine Yamal, Nico Williams, Pedri, hingga Pau Cubarsí, Spanyol dinilai memiliki peluang besar untuk terus mendominasi sepak bola internasional dalam beberapa tahun ke depan.
Sumber: AP News, L'Équipe, FIFA
Spanyol Juara Piala Dunia 2026 dengan Pertahanan Terbaik, Hanya Sekali Kebobolan
Spanyol Juara Piala Dunia 2026! Ferran Torres Jadi Pahlawan Tumbangkan Argentina
Nobar Final Piala Dunia 2026, Fans Argentina dan Spanyol Saling Senggol
Final Piala Dunia 2026: Spanyol vs Argentina, Ketajaman Bertemu Benteng Terkuat Dunia
Gubernur Bobby Nasution Hadiri Nobar Final Piala Dunia, Satlantas Polres Nias Lakukan Rekayasa Kalukintas