Selasa, 07 Juli 2026

Wisatawan Bisa Melapor soal Destinasi Wisata Ekstrem tanpa SOP

Fitri - Minggu, 29 Juni 2025 16:11 WIB
Wisatawan Bisa Melapor soal Destinasi Wisata Ekstrem tanpa SOP
ig@btn_gn_rinjani
Proses evakuasi jenazah wisatawan asal Brasil di Gunung Rinjani
Kitakini.news - Kematian wisatawan asal Brasil saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, memunculkan banyak cerita.

Terbaru, pemerintah pun membuka layanan pengaduan jika ada destinasi wisata ekstrem yang tidak menegakkan standar operasional prosedur (SOP).

Baca Juga:

Melansir berbagai sumber, Minggu (29/6/2025), soal pelanggaran SOP keamanan dan keselamatan di daerah tujuan wisata ekstrem, wisatawan maupun warga bisa melaporkannya ke nomor WhatsApp 0811‑895‑6767.

"Insiden ini (kematian wisatawan Brasil) mengingatkan kita bahwa setiap destinasi wisata ekstrem mengandung risiko serius," kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana.

Seperti diketahui, wisatawan asal Brasil bernama Juliana Marins (26) terjatuh saat mendaki Gunung Rinjani pada 21 Juni dan jenazahnya ditemukan pada 24 Juni 2025.

Karena itu Kementerian Pariwisata meminta para pengelola destinasi wisata ekstrem menegakkan standar SOP yang telah ditetapkan untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan kegiatan pariwisata.

"Kami ingin menegaskan kewajiban ketat untuk mematuhi SOP yang telah diatur. Kepatuhan terhadap prosedur ini bukan sekadar formalitas, namun menjadi benteng utama dalam meminimalkan insiden fatal," tambah sang menteri.

Menpar menyebutkan, SOP pendakian Gunung Rinjani tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Nomor 19 Tahun 2022.

Kementerian Pariwisata bersama kementerian dan lembaga terkait berusaha memastikan SOP keamanan dan keselamatan ditegakkan di daerah tujuan wisata ekstrem.

Selain menyerukan penegakan SOP keamanan dan keselamatan, Kementerian Pariwisata pun meminta para pengelola destinasi pariwisata ekstrem mengawasi dan mengaudit semua operator serta pemandu yang bekerja di daerah tujuan wisata ekstrem guna memastikan semuanya sudah memenuhi persyaratan.

Menpar menyampaikan bahwa para pemandu wisata dan porter di daerah tujuan wisata ekstrem seperti Gunung Rinjani perlu mendapat pelatihan ulang mengenai upaya keselamatan, evakuasi darurat, dan komunikasi krisis.

Pemerintah juga menggiatkan kegiatan edukasi bagi wisatawan guna meningkatkan kesadaran mereka mengenai pentingnya menggunakan jasa operator resmi, mengenakan perlengkapan keselamatan, dan memahami informasi risiko sebelum melakukan aktivitas wisata ekstrem.

Selain itu, pemerintah menganjurkan wisatawan untuk memilih pemandu bersertifikat dan mematuhi protokol keselamatan saat melakukan kegiatan di tempat wisata ekstrem.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Redaksi
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Berlibur ke Eropa tapi Cari Sepi? Ini Tiga Negara yang Bisa Jadi Pilihan

Berlibur ke Eropa tapi Cari Sepi? Ini Tiga Negara yang Bisa Jadi Pilihan

Genset Diduga Tak Berfungsi, Praktisi Hukum Minta Direktur Utama RS PHCM Belawan Dicopot Jika Terbukti Lalai

Genset Diduga Tak Berfungsi, Praktisi Hukum Minta Direktur Utama RS PHCM Belawan Dicopot Jika Terbukti Lalai

Silaturahmi 41 Perguruan  Silek Tuo di Nagari Aripan Jadi Ajang Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Silaturahmi 41 Perguruan Silek Tuo di Nagari Aripan Jadi Ajang Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membludak

Pungli Ditertibkan, Pengunjung Pemandian Air Panas Sidebuk-Debuk Membludak

Perkuat Upaya Bebas Pungli, Bobby Siapkan Dua Akses Jalan ke Wisata Air Panas Karo

Perkuat Upaya Bebas Pungli, Bobby Siapkan Dua Akses Jalan ke Wisata Air Panas Karo

Aswin Parinduri Desak Pemprovsu Percepat Perbaikan Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir, Madina

Aswin Parinduri Desak Pemprovsu Percepat Perbaikan Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir, Madina

Komentar
Berita Terbaru