Tren Paylater Makin Meroket, Pembiayaan BNPL Tumbuh Lebih dari 30 Persen
Kitakininews.co.id -Layanan Buy Now Pay Later (BNPL) atau yang populer dengan sebutan paylater kian digandrungi masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK per Juli 2026, baki debet kredit BNPL di perbankan tumbuh tinggi mencapai 31,22 persen secara year-on-year (yoy) dengan nilai sebesar Rp31,56 triliun.
Baca Juga:
- Dukung Industri PVML, OJK Rilis Kebijakan Adaptif dan Terukur untuk Lembaga Pembiayaan hingga PayLater
- OJK Rilis Hasil RDK Mei 2026: Sektor Jasa Keuangan Tangguh, Kredit Tumbuh Solid, dan Perang Total Terhadap Keuangan Ilegal
- Kepala OJK Provinsi Sumut: Sektor Jasa Keuangan Dorong Perekonomian Daerah
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan jumlah rekening pengguna paylater di bank kini telah menembus 33,50 juta rekening, naik dari bulan sebelumnya yang tercatat 32,77 juta rekening. "Meskipun porsinya baru sekitar 0,35 persen dari total kredit perbankan, tren adopsi paylater menunjukkan akselerasi yang sangat cepat," ucapnya dalam konferensi pers hasil RDKB Agustus 2026 di Jakarta, Senin (7/9/2026).
Lonjakan serupa juga terjadi pada perusahaan pembiayaan (multifinance). Pembiayaan BNPL oleh multifinance meroket hingga 54,65 persen (yoy) mencapai Rp13,62 triliun pada Juli 2026. Menariknya, kualitas kredit tetap terjaga relatif aman dengan rasio Non-Performing Financing (NPF) gross BNPL turun ke level 3,03 persen.
Fenomena ini menandakan pergeseran pola konsumsi masyarakat yang semakin mengandalkan fleksibilitas pembayaran digital. Namun, otoritas mengimbau konsumen untuk tetap bijak dan memperhitungkan kemampuan finansial sebelum mengambil fasilitas kredit instan ini.
Dukung Industri PVML, OJK Rilis Kebijakan Adaptif dan Terukur untuk Lembaga Pembiayaan hingga PayLater
OJK Rilis Hasil RDK Mei 2026: Sektor Jasa Keuangan Tangguh, Kredit Tumbuh Solid, dan Perang Total Terhadap Keuangan Ilegal
Kepala OJK Provinsi Sumut: Sektor Jasa Keuangan Dorong Perekonomian Daerah
Sejak 2021, Kredit Mikro Mendominasi di Perbankan Sumut