Misi Terakhir Sebelum Putaran Ketiga: PSMS Medan Kejar Kemenangan Vital di Lawan FC Bekasi City
Baca Juga:
Kini, tak ada ruang untuk terpeleset. Pada Jumat malam (30/1/2026), Ayam Kinantan, julukan PSMS, harus menjalani laga hidup-mati saat menjamu Bekasi City FC di Stadion Utama Sumatera Utara. Lawan yang datang bukan sembarangan, Bekasi City tengah kokoh di posisi empat klasemen sementara dengan raihan poin yang lebih stabil.
Situasi PSMS jauh dari ideal. Tim kebanggaan Sumatera Utara itu terlempar ke peringkat enam, tertinggal satu poin dari Persiraja Banda Aceh di posisi lima. Artinya, laga ini bukan lagi sekadar pertandingan biasa, melainkan final mini yang akan sangat menentukan nasib PSMS di sisa musim.
Evaluasi Total dan Satu Absen Krusial
Di tengah tekanan besar, optimisme justru muncul dari kubu tim. Pelatih PSMS, Eko Purdjianto, menegaskan bahwa timnya telah melakukan evaluasi menyeluruh, khususnya pada masalah klasik yang kerap menghantui: kehilangan fokus di menit-menit krusial.
"Evaluasi hingga masalah kehilangan fokus di menit krusial sudah kami antisipasi. Secara kesiapan, semua pemain sudah siap berkontribusi penuh," tegas Eko dalam konferensi pers di Ruang Media Center Stadion Utama Sumatera Utara, Kamis (29/1/2026).
Namun, PSMS tetap harus membayar harga mahal. Gelandang andalan Barata dipastikan absen akibat cedera serius.
"Hanya Barata yang tidak bisa tampil besok. Alhamdulillah kondisinya mulai membaik, tetapi dia masih butuh waktu untuk pulih sepenuhnya," tambah Eko.
Di balik absennya Barata, angin segar datang dari kehadiran Antoni, pemain anyar yang baru bergabung bersama tim. Eko mengonfirmasi bahwa Antoni akan dipantau dalam sesi latihan terakhir sebelum laga.
"Sore ini masih ada waktu untuk berlatih. Kita akan lihat nanti perkembangannya," ujar Eko, yang didampingi salah satu pilar tim, Ari Maring.
Tekad Garda Terdepan
Maring, mewakili suara ruang ganti, menegaskan bahwa mental tim tetap terjaga. Baginya, hasil buruk sebelumnya justru menjadi bahan bakar evaluasi dan motivasi.
"Saya dan teman-teman lain sudah siap. Evaluasi terus kami lakukan. Target kami jelas: tiga poin penuh," kata Maring dengan nada yakin.
Taruhan Besar di Klasemen
Secara matematis, laga ini merupakan kesempatan terakhir PSMS untuk menembus lima besar sebelum putaran kedua berakhir. Regulasi Pegadaian Championship musim ini menggunakan sistem triple round robin, di mana posisi akhir putaran kedua sangat menentukan.
Tim peringkat 1–5 akan mendapat keuntungan besar di putaran ketiga berupa lima laga kandang dan empat tandang. Sebaliknya, tim peringkat 6–10 harus menghadapi jadwal lebih berat dengan empat kandang dan lima tandang.
Selisih satu poin dan satu peringkat bisa menjadi pembeda antara peluang promosi dan jalan terjal penuh tekanan.
Skenario Harus Sempurna
Misi PSMS jelas dan tak bisa ditawar: wajib menang atas Bekasi City FC. Namun, itu saja belum cukup. Mereka juga harus berharap Persiraja Banda Aceh gagal meraih kemenangan saat menjamu PSPS Pekanbaru di Stadion H. Dimurthala.
Jika skenario tersebut terjadi, PSMS menang dan Persiraja seri atau kalah, maka Ayam Kinantan berpeluang meloncat ke peringkat lima, dengan keunggulan agregat head-to-head sebagai penentu.
Asadula Imangazaliev Bungkam Kritik Usai Kalahkan Aslamjon Ortikov dan jadi Juara Kelas Terbang One Championship
Asadula Imangazaliev Buktikan Kelasnya, Rekor Sempurna Aslamjon Ortikov Berakhir di ONE Championship
Ninja Dagestan Asadula Ditantang Petarung Muaythai Uzbekistan Rebut Sabuk Juara
Duet Eko-Ramon Tribulietx Segera Mulai Persiapan PSMS
Duel Panas Semifinal, Garuda Muda Belum Pecahkan Kebuntuan di Babak Pertama