Hindari Godaan Kopi Sachet, Ini Bahayanya bagi Kesehatan
Artinya, kopisachet ini bisa langsung diseduh dengan air panas, tanpa alat khusus seperti mesin espresso atau alat saring.
Baca Juga:
Dengan kata lain, kopisachet menawarkan kepraktisan hingga pengonsumsinya terjebak pada kemudahan itu.
Melansir berbagai sumber, Kamis (1/10/2026), prilaku tersebut nyatanya punya risiko kesehatan. Karena, namanya yang instan tentu cenderung tidak lebih baik dari yang biasa, begitu juga dengan kopi sachet.
Berikut beberapa bahayakopisachet atau instan yang perlu ketahui:
1. Berpotensi mengiritasi lambung
Kopi instan cenderung memiliki tingkat keasaman lebih tinggi.
Pada orang dengan masalah asam lambung atau GERD, kondisi ini dapat memicu rasa perih, mual, atau sensasi terbakar di dada.
Beberapa studi juga menemukan gejala refluks asam bisa lebih mudah kambuh setelah mengonsumsi kopiinstan dibandingkan kopi saring atau cold brew.
2. Mengandung lebih banyak akrilamida
Salah satu bahayakopisachet yang sering dibahas adalah kandungan akrilamida.
Zat kimia ini terbentuk saat biji kopi dipanggang. Pada kopi instan, kadarnya bisa dua kali lebih tinggi dibandingkan kopi seduh biasa karena proses pengolahannya.
Paparan akrilamida dalam jumlah tinggi pada hewan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker dan gangguan sistem saraf.
Meski asupan harian dari kopi umumnya masih di bawah batas berbahaya, paparan jangka panjang tetap menjadi perhatian para peneliti.
3. Efek pada jantung dan sistem saraf
Kombinasi kafein dan senyawa bioaktif dalam kopiinstan dapat meningkatkan detak jantung dan menimbulkan rasa gelisah, terutama pada individu yang sensitif.
Selain itu, kopisachet umumnya mengandung lebih sedikit cafestol dan kahweol dibandingkan kopi seduh.
Kedua senyawa ini diketahui memiliki potensi efek perlindungan terhadap kesehatan jantung. Artinya, manfaat perlindungan kardiovaskularnya bisa sedikit lebih rendah.
4. Kandungan nutrisi terbatas
Seperti kopi pada umumnya, kopiinstan tetap mengandung antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan proses pengolahan kopiinstan dapat meningkatkan kadar antioksidan tertentu.
Meski begitu, dari sisi nutrisi, satu cangkirkopiinstan umumnya hanya mengandung sekitar 7 kalori serta sedikit kalium, magnesium, dan vitamin B3 (niasin). Artinya, kontribusi gizinya relatif kecil.
5. Kandungan kafein bisa menimbulkan efek samping
Dalam satu cangkirkopiinstan (sekitar satu sendok teh bubuk), terkandung 30-90 mg kafein.
Angka ini sedikit lebih rendah dibandingkan kopi seduh biasa yang bisa mencapai 70-140 mg per cangkir.
Meski demikian, konsumsi kafein berlebihan tetap berisiko menyebabkan jantung berdebar, rasa cemas, sulit tidur, hingga gangguan lambung.
Bagi individu yang sensitif, bahkan jumlah kecil kafein pun bisa memicu keluhan.
6. Kapasitas antioksidan bisa berkurang
Meski tetap mengandung antioksidan, proses pengolahan kopiinstan dapat menurunkan kapasitas antioksidannya hingga sekitar 40 persen.
Penurunan ini berpotensi mengurangi efek perlindungan terhadap stres oksidatif yang berkaitan dengan penuaan dan berbagai penyakit degeneratif.
Rebutan Remot TV Berujung Maut, Pria Tewas Ditikam
DPRD Nias Selatan Setujui Perubahan APBD 2026 Jadi Perda
BEI Sumut Ungkap Industri Pasar Modal Masih Minim SDM Bersertifikat WPPE
Bobby Dorong Bank Sumut dan Tirtanadi Naik Kelas ke Bursa Efek
UMKM Pakpak Bharat Tembus Panggung Internasional